<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Komunikasi Web ala Sayur</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: Belajar dari The Next Internet Millionaire, Episode 1 : Work 2.0 as Habit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-65576</link>
		<dc:creator>Belajar dari The Next Internet Millionaire, Episode 1 : Work 2.0 as Habit</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 09:10:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-65576</guid>
		<description>[...] Terakhir, mencari solusi terhadap &#8220;project&#8221; yang diberikan, bagaimana mencari cara komunikasi web (ala sayur) yang tepat bagi sang client. Saya rasa yang satu ini nggak begitu menarik, karena kedua-duanya menawarkan video content based solution. Kreatifnya sih OK, tapi solusinya?. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Terakhir, mencari solusi terhadap &#8220;project&#8221; yang diberikan, bagaimana mencari cara komunikasi web (ala sayur) yang tepat bagi sang client. Saya rasa yang satu ini nggak begitu menarik, karena kedua-duanya menawarkan video content based solution. Kreatifnya sih OK, tapi solusinya?. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joko</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-64877</link>
		<dc:creator>Joko</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 19:47:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-64877</guid>
		<description>Setuju Hanzky. Dimana ada inovasi pasti dilema diatas muncul. Permasalahannya memang complex dan analisa diatas kurang lebih menjadi dasar dari permasalahan yang lainnya. Apalagi kurang ada dukungan pemerintah dan praktis infrastruktur seadanya. Wong ya internet di Indonesia sebetulnya dah ada sejak lama. Jadi nggak bisa dibilang baru. Cuman penerapannya masih sangat terbatas dan banyak orang yang salah kaprah mengikuti trend, tidak memiliki value proposition  yang jelas. Semua perusahaan kepingin punya website, semua kepingin punya portal, wong tetangga saya yang jualan Sejadah saja kepingin buka toko online. Edaaan! Balik lagi ke topik semula. Buka portal, toko online ndak apa apa asal tujuan, target market, eksekusinya jelas dan kita harus mikirnya sebagai long term investment. Bukan situs yang 1-2 taun kedepan hidup segan, mati pun enggan (sekarat). Mudah2an Pak Nurman bisa memberikan pencerahan agar ini tidak terjadi dengan situs member2 disini. Ma\&#039;af kalo ada kesalahan kata kata. Matur Nuwun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju Hanzky. Dimana ada inovasi pasti dilema diatas muncul. Permasalahannya memang complex dan analisa diatas kurang lebih menjadi dasar dari permasalahan yang lainnya. Apalagi kurang ada dukungan pemerintah dan praktis infrastruktur seadanya. Wong ya internet di Indonesia sebetulnya dah ada sejak lama. Jadi nggak bisa dibilang baru. Cuman penerapannya masih sangat terbatas dan banyak orang yang salah kaprah mengikuti trend, tidak memiliki value proposition  yang jelas. Semua perusahaan kepingin punya website, semua kepingin punya portal, wong tetangga saya yang jualan Sejadah saja kepingin buka toko online. Edaaan! Balik lagi ke topik semula. Buka portal, toko online ndak apa apa asal tujuan, target market, eksekusinya jelas dan kita harus mikirnya sebagai long term investment. Bukan situs yang 1-2 taun kedepan hidup segan, mati pun enggan (sekarat). Mudah2an Pak Nurman bisa memberikan pencerahan agar ini tidak terjadi dengan situs member2 disini. Ma\&#8217;af kalo ada kesalahan kata kata. Matur Nuwun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hanzky</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-64851</link>
		<dc:creator>hanzky</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 12:45:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-64851</guid>
		<description>#35
Bagaimana cara membuat mereka mengerti ? Naah this is the million dollar question. Menurut saya solusi nya ya meng-educate beliau beliau ini. Kita kan ngerti masalahnya dan tau solusinya, tp gimana pelaksanaannya. Kalo kita lihat Roger&#039;s Model Innovation Adoption Curve. Saya yakin kita2 yang ada disini adalah either innovator, early adopter atau early majority. Nah golongan terakhir (Laggards) lah yang sebetulnya menjadi masalah. Pikirannya tradisionil,  dan susah nya minta ampun buat mencoba hal2 baru. Unfortunately beliau2 ini kan yang sekarang menjadi petinggi2 perusahaan. Gimana caranya merubah pemikiran mereka yg highly resistance to change (memakai internet). Memang ini adalah masalah klasik. Gimana cara nya meng-educate para petinggi perusahaan ini. Gimana caranya merubah pemikiran mereka tentang internet. Gimana caranya membuat mereka aware dengan the power of Internet supaya bisa me-leverage kemampuan yg ditawarkan. Apa jadinya kalo si Boss (Laggard) minta dibikinin Web site oleh si programmer karyawannya (Early Adopter). Tentunya visi si Boss dengan si karyawan hampir pasti mis-match. (meningkatkan kemungkinan diterapkannya strategi komunikasi web ala sayur...hehe)

Solusinya ? Ya edukasi ini. Memang agak susah mengeducate sesuatu yang belum mainstream ke kalangan ini. Makanya dibutuhkan pesistance dan passion yang tinggi. Kalo kita lihat Pak Nukman sudah berusaha melakukannya dengan cara out-reach dan menjadi advocate perubahan ini dengan aktivitas2 beliau seminar2 ke perusahaan2, pergi ke Aceh dsb. This is critical. Mudah2an Pak Nukman bisa menjadi Change Agent yang handal dan &quot;preaching&quot; nya diterima di kalangan ini. Tidaklah gampang memang, but its doable.

Regards,
Hanzky
www.fashionesedaily.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#35<br />
Bagaimana cara membuat mereka mengerti ? Naah this is the million dollar question. Menurut saya solusi nya ya meng-educate beliau beliau ini. Kita kan ngerti masalahnya dan tau solusinya, tp gimana pelaksanaannya. Kalo kita lihat Roger&#8217;s Model Innovation Adoption Curve. Saya yakin kita2 yang ada disini adalah either innovator, early adopter atau early majority. Nah golongan terakhir (Laggards) lah yang sebetulnya menjadi masalah. Pikirannya tradisionil,  dan susah nya minta ampun buat mencoba hal2 baru. Unfortunately beliau2 ini kan yang sekarang menjadi petinggi2 perusahaan. Gimana caranya merubah pemikiran mereka yg highly resistance to change (memakai internet). Memang ini adalah masalah klasik. Gimana cara nya meng-educate para petinggi perusahaan ini. Gimana caranya merubah pemikiran mereka tentang internet. Gimana caranya membuat mereka aware dengan the power of Internet supaya bisa me-leverage kemampuan yg ditawarkan. Apa jadinya kalo si Boss (Laggard) minta dibikinin Web site oleh si programmer karyawannya (Early Adopter). Tentunya visi si Boss dengan si karyawan hampir pasti mis-match. (meningkatkan kemungkinan diterapkannya strategi komunikasi web ala sayur&#8230;hehe)</p>
<p>Solusinya ? Ya edukasi ini. Memang agak susah mengeducate sesuatu yang belum mainstream ke kalangan ini. Makanya dibutuhkan pesistance dan passion yang tinggi. Kalo kita lihat Pak Nukman sudah berusaha melakukannya dengan cara out-reach dan menjadi advocate perubahan ini dengan aktivitas2 beliau seminar2 ke perusahaan2, pergi ke Aceh dsb. This is critical. Mudah2an Pak Nukman bisa menjadi Change Agent yang handal dan &#8220;preaching&#8221; nya diterima di kalangan ini. Tidaklah gampang memang, but its doable.</p>
<p>Regards,<br />
Hanzky<br />
<a href="http://www.fashionesedaily.com">http://www.fashionesedaily.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dagus</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-64847</link>
		<dc:creator>dagus</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 11:16:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-64847</guid>
		<description>#35
jadi gimana dong . . bukannya itu masalah klasik, dan hampir di semua bidang, apalagi situs yang tergolong baru (di indonesia) lha wong bikin cp aja mereka banyak ngatur.
di banyak forum2 jg banyak yang mengeluhkan hal2 seperti ini
bagaimana cara membuat mereka mengerti?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#35<br />
jadi gimana dong . . bukannya itu masalah klasik, dan hampir di semua bidang, apalagi situs yang tergolong baru (di indonesia) lha wong bikin cp aja mereka banyak ngatur.<br />
di banyak forum2 jg banyak yang mengeluhkan hal2 seperti ini<br />
bagaimana cara membuat mereka mengerti?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hanzky</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-64814</link>
		<dc:creator>Hanzky</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 03:34:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-64814</guid>
		<description>Pak Nukman, analogy nya bagus sekali. Agak ironis memang, banyak company yang ingin punya website hanya karena mereka ingin punya presence di dunia maya. Malu doong, tetangga sebelah aja punya situs, masa&#039; saya nggak punya. Istilah kata begitu. Oleh karena itu, establishment mereka seringnya tidak mempunyai visi dan misi yang jelas, akhirnya target audience, content and goal nya juga menjadi simpang siur. Tanpa visi dan goal yang jelas, akhirnya yang terbangun adalah situs yang self-centric, padahal seperti yg pak Nukman sebut, sebuah situs harusnya dipersembahkan untuk pelanggan (user-centric). Ini adalah prinsip yang sangat dasar sekali, unfortunately banyak pemilik perusahaan yang cenderung ignorant untuk memahami prinsip ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Nukman, analogy nya bagus sekali. Agak ironis memang, banyak company yang ingin punya website hanya karena mereka ingin punya presence di dunia maya. Malu doong, tetangga sebelah aja punya situs, masa&#8217; saya nggak punya. Istilah kata begitu. Oleh karena itu, establishment mereka seringnya tidak mempunyai visi dan misi yang jelas, akhirnya target audience, content and goal nya juga menjadi simpang siur. Tanpa visi dan goal yang jelas, akhirnya yang terbangun adalah situs yang self-centric, padahal seperti yg pak Nukman sebut, sebuah situs harusnya dipersembahkan untuk pelanggan (user-centric). Ini adalah prinsip yang sangat dasar sekali, unfortunately banyak pemilik perusahaan yang cenderung ignorant untuk memahami prinsip ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ollie</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-64812</link>
		<dc:creator>Ollie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 03:31:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-64812</guid>
		<description>Pak Nukman... aku baru pulang nih ^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Nukman&#8230; aku baru pulang nih ^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dian Zahara</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-64709</link>
		<dc:creator>Dian Zahara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 07:28:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-64709</guid>
		<description>Hi pak Nukman ku sayang...hehehehehehehehe....

wah comment no 30 membawa daku kepada kenangan 5 tahun lalu . waktu masih berguru di Agrakom University, faculty of Nukman Luthfie. Kenapa disebut NL fac soalnya yg aku pelajari ya dia itu hehehehehe.....,,,,, baik, buruk semua aku serap , jatuh , bangun, belajar dari Nol sampe jadi bisa PD kaya sekarang...., dan iya setuju mengenai pesona nya terhadap client. Thanks ya pak...untuk semua panduannya, supportnya dan kepercayaan nya. 

sorry ini comment ga ada hub ama review nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi pak Nukman ku sayang&#8230;hehehehehehehehe&#8230;.</p>
<p>wah comment no 30 membawa daku kepada kenangan 5 tahun lalu . waktu masih berguru di Agrakom University, faculty of Nukman Luthfie. Kenapa disebut NL fac soalnya yg aku pelajari ya dia itu hehehehehe&#8230;..,,,,, baik, buruk semua aku serap , jatuh , bangun, belajar dari Nol sampe jadi bisa PD kaya sekarang&#8230;., dan iya setuju mengenai pesona nya terhadap client. Thanks ya pak&#8230;untuk semua panduannya, supportnya dan kepercayaan nya. </p>
<p>sorry ini comment ga ada hub ama review nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nukman Luthfie</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-64708</link>
		<dc:creator>Nukman Luthfie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 07:03:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-64708</guid>
		<description>#30. Hi Andriko.
Thanks sudah mampir ke gubug virtual ini ya.
Kalau kasus di atas saya pakai ilmu mendengarkan. Mendengarkan, kata banyak orang, termasuk ilmu komunikasi paling susah.

#31. Pelet penggoda aura ndak akan mempan mas Wawan. Lha wong yang marah cowo. Masak jeruk makan jeruk :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#30. Hi Andriko.<br />
Thanks sudah mampir ke gubug virtual ini ya.<br />
Kalau kasus di atas saya pakai ilmu mendengarkan. Mendengarkan, kata banyak orang, termasuk ilmu komunikasi paling susah.</p>
<p>#31. Pelet penggoda aura ndak akan mempan mas Wawan. Lha wong yang marah cowo. Masak jeruk makan jeruk <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mas Wawan</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-64704</link>
		<dc:creator>Mas Wawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 06:12:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-64704</guid>
		<description>pake ilmu... pelet penggoda aura kali :D kan pak Nukman pernah &quot;mondok&quot; waktu masih kuliah di UGM...!

bercanda lho pak Nuk..!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pake ilmu&#8230; pelet penggoda aura kali <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  kan pak Nukman pernah &#8220;mondok&#8221; waktu masih kuliah di UGM&#8230;!</p>
<p>bercanda lho pak Nuk..!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andriko Perdana</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/komunikasi-web-ala-sayur/comment-page-1/#comment-64698</link>
		<dc:creator>Andriko Perdana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 04:59:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=254#comment-64698</guid>
		<description>Halo Mas Nukman :)

Mas nukman ini ex bossku di agrakom, ilmunya segudang banget dan ada satu kejadian yang sampai hari ini masih aku ingat secara karena kantorku yang sekarang hanya berbeda lantai dengan kantor Mxdxxxds. Waktu itu  manajemen Mxdxxxds sedang kalap karena pemberitaan dxtxkcxm soal pimpinan mereka, saya dan rekan saya Dian Zahara terbengong2 karena dimarahi atas satu masalah yang tidak ada hubungannya dengan kerjasama kita dalam mengelola situs mereka. Mereka dengan nada marah meminta kami menghubungi mas nukman yang kala itu adalah atasan kami, agar datang ke kantor mereka. Selama menunggu kedatangan itu, tensi kemarahan mereka &quot;tetap tinggi&quot; dan membiarkan saya dan rekan saya terbengong bengong bingung di ruang meeting mereka. Tapi apa yang terjadi berikutnya membuat saya terkenang sampai sekarang. Begitu mas nukman datang dan menegur mereka, aroma kemarahan seketika hilang lenyap seperti tidak pernah terjadi apa-apa.Suasana langsung cair dan akrab yang membuat saya dan rekan saya bingung dan bengong, wah pakai ilmu apa mas nukman ini? Bisa membuat mereka jadi berubah sedrastis itu? Sampai sekarang sayapun masih belum tahu pakai ilmu komunikasi jenis apa meskipun saya pernah menimba ilmu PR di UI :)... Cukup datang, senyum , sapa dan masalah selesai.. :)


Andriko Perdana
IS System Analyst di
Salah satu perusahaan rokok terkemuka di dunia dan no.1 di Indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Mas Nukman <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mas nukman ini ex bossku di agrakom, ilmunya segudang banget dan ada satu kejadian yang sampai hari ini masih aku ingat secara karena kantorku yang sekarang hanya berbeda lantai dengan kantor Mxdxxxds. Waktu itu  manajemen Mxdxxxds sedang kalap karena pemberitaan dxtxkcxm soal pimpinan mereka, saya dan rekan saya Dian Zahara terbengong2 karena dimarahi atas satu masalah yang tidak ada hubungannya dengan kerjasama kita dalam mengelola situs mereka. Mereka dengan nada marah meminta kami menghubungi mas nukman yang kala itu adalah atasan kami, agar datang ke kantor mereka. Selama menunggu kedatangan itu, tensi kemarahan mereka &#8220;tetap tinggi&#8221; dan membiarkan saya dan rekan saya terbengong bengong bingung di ruang meeting mereka. Tapi apa yang terjadi berikutnya membuat saya terkenang sampai sekarang. Begitu mas nukman datang dan menegur mereka, aroma kemarahan seketika hilang lenyap seperti tidak pernah terjadi apa-apa.Suasana langsung cair dan akrab yang membuat saya dan rekan saya bingung dan bengong, wah pakai ilmu apa mas nukman ini? Bisa membuat mereka jadi berubah sedrastis itu? Sampai sekarang sayapun masih belum tahu pakai ilmu komunikasi jenis apa meskipun saya pernah menimba ilmu PR di UI <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8230; Cukup datang, senyum , sapa dan masalah selesai.. <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Andriko Perdana<br />
IS System Analyst di<br />
Salah satu perusahaan rokok terkemuka di dunia dan no.1 di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

