Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Kalah Tender Gara-Gara Website

March 4, 2008
Oleh Nukman Luthfie

Strategiskah sebuah website perusahaan? Kalau anda tanya ke tamu saya hari ini, ia akan segera menjawab: Sangat strategis! Kenapa? Sederhana. Dengarkan kata-katanya: “Seminggu lalu saya gagal tender gara-gara website perusahaan saya mati, tidak bisa diakses oleh tim penilai tender,” katanya bernada getun.

Rupanya, eksistensi situs web dimasukkan sebagai salah satu penilaian administrasi oleh tim tender tersebut. Karena websitenya tidak bisa diakses saat itu, maka nilainya nol, sehingga menurunkan nilai total administratif perusahaan tamu saya ini.

56675839.jpgSaya kurang tahu, kenapa eksistensi situs web dijadikan salah satu faktor penilaian. Dugaan saya, tim tender berharap dapat menilai historis serta keunggulan perusahaan perserta tender dari corporate website peserta tender. Ini mirip jaman dulu, di mana peserta tender dipersyaratkan untuk melampirkan company profile agar bisa dinilai apakah perusahaan yang bersangkutan cocok untuk mengikuti tender atau tidak.

Jadi, pelajaran penting hari ini: jangan abaikan situs web perusahaan Anda karena di situlah antara lain tersimpan kredibilitas perusahaan yang bakal membuka peluang rezeki lebih banyak.

22 Responses to “Kalah Tender Gara-Gara Website”

  1. wah benar sekali pak Luthfie, contohnya saja kasus yang sangat sederhana seperti saya,
    setelah saya membuat website, saya lebih mudah mendapat klien-klien baru.

  2. mei says:

    ya, betul. Setiap kali bertemu dengan perwakilan suatu perusahaan saya selalu menanyakan alamat situs webnya untuk mempelajari mengenai company-nya.

  3. Pitra says:

    hihi.. tapi coba tanya deh, lumayan banyak loh web developer/designer di Indonesia yang punya alamat domain, tapi isi webnya ndak ada updatenya… Bukan berarti mereka nggak lihai. Banyak yg portonya udah edan-edanan, tapi kalo ditanya desain kandangnya sendiri, umumnya selalu bilang lagi diredesain.. hehe..

  4. ndoro kakung says:

    suatu saat, mungkin malah sudah terjadi, perusahaan merekrut karyawan dengan melihat blognya.

  5. iLm@N says:

    wah, alhamdulillah, makasih banyak infonya pak nukman.. ini bisa jadi bahan promosi untuk calon2 klien saya nih pak :)

    ngomong-ngomong, belakangan ini (setelah pak nukman mengganti fotonya dan banner blognya) kok di akhir tulisan pak nukman selalu ada tulisan [more..] ya? padahal ini kan sudah tulisan lengkapnya, bukan excerpt di halaman index..

    Terima kasih mas Ilman. Sudah dibetulkan.

  6. taryono says:

    nah kan? mulai internet dijadikan refensi,

  7. adie says:

    kalau perusahaannya pakai situs yang bagus tapi hasil beli template itu gimana ya pak?? :)

  8. Adie says:

    Semoga aja semua perusahaan negeri ini udah gak gaptek lagi.

  9. hihihihi…..

    mas Pitra nyindir daku nih… yaa… kalo buat alasan sih karena memang saking banyaknya garapan maka website sendiri malah gak ada yang ngerjain. Kenapa gak rekrut karyawan? cara ngelesnya gini karena standar perusahaan yang tinggi, maka sulit sekali mencari karyawan yang memenuhi kriteria. Banyak yang harus di training dan dididik dulu.

    hehehe….

    all in all itu cuma alasan saja sebenarnya atas kekurangbaikan management website sendiri. Disamping perasaan bahwa website profilenya belum menunjukkan hasil yang signifikan.

    Apa perlu web designer/developer minta tolong perusahaan lainnya untuk ngerjain websitenya sendiri? hehehe….

    btw, postingnya kali ini top banget pak. Bisa di’bawa’ kemana mana :D

  10. udhien says:

    Website bagi saya sangat penting pak nukman. Personal Brand saya sebagai freelance web developer dibangun melalui website pribadi saya. Content/tulisan saya-pun juga berpengaruh dalam personal brand tersebut.

    By the way, senang rasanya sekarang blognya pak nukman sekarang sudah ada NEWSLETTER dan RSS-nya. Jadi saya tidak ketinggalan dalam ‘memantau’ blog pak Nukman.

    Salam,

    udhien – http://www.slash.web.id

  11. iqranegara says:

    #4

    Setuju!
    Mungkin Pak Nukman perlu buat posting yg judulnya
    “Lamaran Ditolak Gara-Gara Website/Blog”
    Strategiskah sebuah website/blog pribadi?

    :D

  12. ehem, corporate website adalah salah satu elemen dalam corporate communication, jadi memang plus minusnya langsung berpengaruh ke kredibilitas perusahaan di mata target marketnya.

  13. kevin mintaraga says:

    Untuk hal yang satu ini, saya setuju sekali..

  14. amaranth says:

    Maaf,

    Tapi saya rasa kurang proporsional ketika website kemudian menjadi salah satu penilaian kriteria untuk berbagai perusahaan.

    Kalau tender itu adalah tender Web, atau IT based, maka wajar perusahaan tamu Pak Nukman kalah karena web nya mati.

    Tapi, kalau tendernya adalah perusahaan infrastruktur, semisal pengeboran lepas pantai atau pembangunan jalan dan jembatan, maka konyol sekali menilai 0 pada perusahaan yang web nya mati. Pada kasus ini seharusnya web hanya menjadi sarana penjualan dan informasi saja.

    Jadi, menurut saya web memang sangat bagus untuk pemasaran. Namun, ketika menilai perusahaan hanya dari web-nya, maka itu salah kaprah yang parah.

    Terima kasih

  15. bangsari says:

    bagi yang tak punya perusahaan, cukup blog saja. iya kan pak?

  16. [...] Maret 15, 2008 at 2:17 pm (Pikir) Pak Nukman, pemilik virtual.co.id menuliskan bahwa ada salah seorang tamu beliau yang kalah tender gara-gara website di sini. [...]

  17. SATRIO says:

    Pelajaran buat para pelaku bisnis dan kita semua ya…

    Satrio

  18. harid says:

    halo salam kenal, saya pengunjung baru situs Pak Nukman.
    mau ikut nimbrung nih. :)
    menurut saya, jika hanya kendala website mati sebenarnya masih banyak cara atau jalan agar profile website perusahaan tsb tetap terbaca keberadaannya di internet.
    salah satu caranya, dengan mesin cari : “apakah tercatat di mesin pencari di internet?” , atau dengan web-history seperti menggunakan nqt.php, untuk melihat kepemilikan domain/nama situs sejak kapan didaftarkan dan berada di ip-address berapa.
    lumayan banyak alat-alat di internet untuk mereferensikan keberadaan sebuah website perusahaan. yg lainya mungkin : alexa, netcraft.com dsb.
    Salam.

  19. dulu waktu cari kerja
    saya malah ngeri kalau perusahaannya nggak punya website
    atau webnya nggak diupdate :d

  20. elozone.com says:

    Memang saat ini eranya internet “katanya pakar2″, sekarangpun udah banyak website2 yang menyediakan fasilitas “1 untuk semua” seperti blog2 atau website yang sejenis “social network”, gratis lagi, tapi sayangnya kebanyakan website2 tersebut konstroksi tampilannya tetep sama semua, masih belum mewakili atau menujukkan pribadi pemiliknya.

    Sebenarnya untuk memiliki website pribadi tidak sulit.
    :D

  21. ya minta dibikinkan website aja kayak ilmukomputer.com atau ilmuwebsite.com atau virtual.co.id atau ilmugrafis.com hehehe… gitu aja kok repot

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...

  • bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....

  • Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...

  • aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks

  • hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks

  • Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting