MANADO: Kegiatan pemasaran online dinilai sangat penting bagi kalangan industri pariwisata Indonesia. Sebuah survei menyatakan 18% responden pengguna Internet menyatakan bahwa keputusan untuk berwisata dipengaruhi oleh promosi wisata online.
“Sebanyak 65% pengguna Internet menyatakan mereka memanfaatkan mesin pencari Google sebagai sumber untuk mendapatkan informasi wisata hingga akhirnya 18% pengguna tertarik pada promosi wisata yang ditawarkan lewat Internet,” kata Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting di sela-sela sosialisasi situs pariwisata www.indonesia.travel, baru-baru ini.
Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata pekan lalu, diikuti sedikitnya 60 peserta baik dari kalangan biro perjalanan, perhotelan, maupun staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Sulawesi Utara.
Menurut Nukman, menyikapi tren dunia saat ini maka para pelaku wisata harus mampu menangkap berbagai peluang bisnis melalui Internet dengan menciptakan website, blog ataupun terhubung dengan portal komunitas Internet lainnya.
Hal menarik yang perlu dicermati, katanya, sebanyak 71% perjalanan wisata yang dilakukan oleh pengguna Internet sebagai wisatawan mandiri sedikitnya direncanakan 3 bulan sebelum berangkat, 35% menyiapkan 1 bulan sebelumnya dan 54% andalkan rekomendasi dari teman-teman.
Itulah sebabnya, kata Nukman, pemasaran online menjadi penting. Apalagi dengan prinsip Web 2.0 setiap orang kini bisa menjadi sumber informasi, misalnya melalui situs web, blog dan sekaligus juga menjadi pengakses portal.
Hal yang menarik lainnya adalah 69% pengguna menyatakan kegiatan pencarian secara online adalah aktivitas menyenangkan sebelum menyiapkan perjalanan wisata.
Oleh Hilda Sabri Sulistyo
Bisnis Indonesia
Catatan: Seperti dimuat di Harian Bisnis Indonesia, Rabu 19 November 2008
Saya setuju dengan tulisan Mas Nukman, jasa besar internet bisa dirasakan dalam dunia pariwisata akhir-akhir ini. Selain lebih praktis, juga memudahkan orang-orang untuk mencari informasi di situs lain lewat Google. Tanpa harus capek-capek telpon berjam-jam hanya untuk mecari informasi suatu tempat. Great writing, I enjoy reading your blog here.
Langkah sosialisasi pemanfaatan media online ini sebagai media pembelajaran masyarakat menuju masyarakat digital, permasalahan nya sekarang titik akses internet untuk masyarakat pedesaan yang masih belum terjangkauan padahal sebagian besar masyarakat indonesia tinggal di pedesaan!. Kepriwe kiye om nukman.
Ada baiknya langkah ini diikuti oleh komponen pariwisata yang lain…seperti biro perjalanan, agen transportasi, kuliner, bahkan sampei souvenir…bersinergi membangun pariwisata yang unggul.
Setuju, riset sebelum liburan itu penting sekali. Dengan Web 2.0 kita seharusnya bisa mendapatkan banyak masukan dari review tempat wisata yang akan kita tuju
thats right. sekarang internet udah mulai menggeser posisi media cetak seprti koran, majalah, dll..
hidup blogger !!!..
Saat ini sangat tepat jika kita mempromosikan pariwisata kita melalui web, dan terlebih lagi jika mengerti mengenai strategi pemasarannya.
Mari kita majukan pariwisata bangsa kita, di tahun 2009. Dimana pencanangan visit Indonesia 2008, kurang berhasil.
Entah kurang greget, atau kurang memahami strategi pemasaran melalui web.
Untuk itu Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting boleh memberi saran kepada Dep Pariwisata, untuk memenangkan kompetisi di Google.
Salam
Wei Hong Oei dotcom
pak yg dimakasud dengan promosi pariwisata lewat portal itu apa ya? tolong penjelasannya.terimakasih
setuju sekali kalo internet digunakan untuk ajang promosi wisata karena ruang lingkupnya yang global….
nice post!