Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Definisi Marketing Sudah Berubah!

February 18, 2008
Oleh Nukman Luthfie

Apa itu marketing? Silahkan googling, Anda akan menemukan banyak definisi. Namun, biasanya para marketer serta buku-buku akademis dan panduan marketing mengacu pada definisi AMA (The American Marketing Association), yakni: Marketing is an organizational function and a set of processes for creating, communicating, and delivering value to customers and for managing customer relationships in ways that benefit the organization and its stakeholders.

Dari definisi tersebut, kita bisa melihat bahwa marketing itu sebuah proses berjalan (ongoing process). Lingkungan marketing pun dinamis lantaran pasar cenderung berubah — apa yang diinginkan pelanggan hari ini bukan berarti apa yang mereka inginkan besok. Sebagai contoh, penjualan daging di AS menurun karena konsumen mulai berorientasi sehat.

Proses ini mulai dari planning (perencanaan) hingga implementing (eksekusi) dari rencana, serta melibatkan beberapa komponen dasar 4P. Marketer misalnya, membantu merancang produk agar sesuai dengan kehendak pasar. Marketer juga memikirkan distribusikan produk, agar secara efisien sampai ke tangan konsumen. Marketer juga harus mempromosikan produk. Selain itu, marketer juga menentukan harga produk agar produk tersebut terserap pasar. Sebagaimana kita ketahui, dalam banyak kasus, penjualan korporat berkorelasi negatif dengan harga produk. Makin mahal harganya, makin kecil kebutuhan pasarnya. Oleh karena itu, marketer perlu terlibat dalam hal harga agar bisa memaksimalkan profit dan meningkatkan kebutuhan konsumen terhadap produk melalui berbagai cara komunikasi.

Namun, definisi di atas kini tidak tepat lagi. Internet telah mengubah cara konsumen berkomunikasi. Beberapa tahun lalu, perusahaan dapat berkomunikasi secara massal via media tradisional (teve, cetak dan radio) . Kini, konsumen sudah memiliki perilaku baru dalam hal konsumsi media. Internet kini sudah menjadi bagian hidup konsumen, kecuali menonton teve, membaca koran/majalah, atau mendengarkan radio. Perilaku konsumen berinternet ini lebih kompleks ketimbang perilaku menggunakan media tradisional. Pengguna Internet misalnya, lebih interaktif. Posisi mereka juga semakin kuat karena kemampuannya membanding-bandingkan produk via Internet. Kecuali itu, mereka juga saling mempengaruhi satu sama lain melalui social networking.

Silahkan baca postingan saya yang lalu mengenai kecenderungan ini:

- Sadarlah Wahai Para Pemasar dan Pehumas, Kini Anda Menghadapi Konsumen dan Publik Langsung

- Pencatat Amal Baik dan Buruk Merek itu Bernama Google

Barangkali itu sebabnya AMA akhirnya harus membuat definisi baru mengenai Marketing yang dirilis Januari 2008. Kini definisi tersebut menjadi:

“Marketing is the activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners, and society at large

Ada tiga hal yang berubah di definisi tersebut.

Pertama, marketing bukan lagi functions, tapi activity.

Kedua, marketing bukan hanya proses untuk creating, communicating, delivering, tetapi juga proses untuk exchanging. Perubahan ini saya duga karena dipicu oleh semakin menguatnya posisi konsumen karena Internet.

Ketiga, target market marketing bukan hanya customers, clients dan partners, tetapi juga masyarakat luas (society at large).

Marketer Indonesia, sudahkah Anda tahu perubahan ini?

Bagaimana komentar Anda? Sepakatkah dengan definsi baru ini?

Bagaimana perubahan ini berpengaruh terhadap strategi marketing Anda ke depan?

33 Responses to “Definisi Marketing Sudah Berubah!”

  1. iqranegara says:

    “Bagaimana perubahan ini berpengaruh terhadap strategi marketing Anda?”

    sementara ini belum ada pengaruhnya

  2. Pak Nukman,

    Setuju bahwa kita harus me-redefinisi arti marketing. Karena di dalam modern society saat ini, peranan konsumen harus diperhitungkan lebih jauh. Jika dulu perusahaan dikatakan harus lebih consumer-oriented yaitu lebih melihat seperti apa kebutuhan konsumennya, sekarang sudah lebih jauh dari itu, bukan saja konsumen ikut andil dalam proses product development tetapi juga dalam proses komunikasi. Disini peranan Internet menjadi sentral, dimana konsumen bisa menyuarakan sendiri pengalamannya dalam berinteraksi dalam produk, disini letak komplikasinya. Karena itu marketing tidak lagi satu arah, melainkan ‘banyak arah’.

    Pak Nukman ini ada artikel saya tentang consumer generated media yang relevan dengan topik ini, sekaligus blog lain yang membahas soal yang sama

    Consumer Generated Media: Peluang atau Ancaman?
    Information Chaos dan Tentara-tentara Baru Marketing

    Salam

  3. Semua “divisi” organisasi hendaknya berfilosofi “Marketing”… everyone is salesman :D

  4. Setuju….pencatat amal baik dan buruk itu namanya Google. Kalau di Google peringkatnya bagus, uang mengalir deras. Tapi untuk berada di peringkat bagus dgn keyword yang diinginkan, tidak gampang. Karena sudah byk yang bisa SEO, sehingga persaingan jadi ketat. Jadi yang paling mudah dan agak mungkin, bermain di content, content yg bermanfaat/berguna dan mudah dibaca.

    Tonton

  5. -tikabanget- says:

    dari dulu, sayah pengen nanya ini.
    apakah publishing juga masuk dalam aktivitas marketing?
    atau marketing sebenernya malah anak turunan dari publishing.
    sayah pernah jadi publicist, dan ternyata kebanyakan orang endonesa yang sayah temui ituh ndak familiar dengan istilah ini.
    mereka lebih kenal dengan “orang marketing”.

  6. andika dj says:

    Termasuk di salah satu aktifitas di advertising… pergeseran arti itu sangat terasa. Kegiatan promo sebuah brand sekarang tidak hanya sekedar by media… tapi lebih pada activation. Mengajak masyarakat untuk lebih terlibat. Bukan hanya sekedar info, ajakan, baik visual maupun verbal. Tapi lebih dari itu…

  7. diaz says:

    saya dR uniV muhammadyah Malang..
    kami ad tugas dalam masalah market..
    menurut anda sendiri ..definisi market itu seperti apa?

  8. Pak Nukman,

    Ketika pengertian itu berhubungan dengan aktifitas manusia, maka akan mengikuti perubahan perilaku manusia itu sendiri. Seperti halnya pengertian marketing saat ini.

    Pada akhirnya masyarakat/konsumen akan benar-benar menjadi raja, dulu kita hanya bisa melihat melalui media TV, radio, cetak. Saat ini mereka dapat mencari referensi di berbagai media termasuk internet. Mereka akan tahu baik buruknya perusahaan dan merek.

    Maka tidak heran saat ini ada tren Company Blogging yang berupaya untuk mengcounter komentar-komentar negatif dari konsumen. Setidaknya perusahaan mulai sadar bahwa mereka tidak akan membiarkan begitu saja merek atau perusahaannya di tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

    Salam
    DS Rachmat
    http://dsrachmat.wordpress.com

  9. assalaamu’alaikum wrwb
    saya khafidl khafidi khafidl,seorang karyawan pada salah satu perusahaan swasta nasional. Beberapa waktu ini saya ditunjuk sebagai penanggungjawab pada divisi retail pada perusahaan tersebut, namun sy bingung harus memulai dari mana…belum pernah terbayang apa yang akan saya lakukan ke depannya guna menjalankan amanah ini…mungkin ada yang bisa diberikan kepada saya [masukan/ saran/ tips & triks/ kiat-kiat] agar saya dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik..??
    terima kasih sebelum dan sesudahnya.
    wassalaamu’alaikum wrwb.

  10. Andy says:

    Terimakasih banget pak..
    ngebantu bgt artikelnya….

  11. windha says:

    intinya kalo sebuah perusahaan tanpa marketing,tidak akan berjalan

  12. winarno says:

    ass. pak Nukman, mohon maaf langsung saja bersediakah membimbing saya untuk mengawali memasarkan produk di dunia maya, karena saya baru memiliki keinginan belum punya kemampuan, tapi saya yakin kelak Alloh akan memampukan saya, terima kasih

  13. Dalam scope area struktural juga, marketing tidak hanya sebuah “penyerahan secara pasrah” kepada divisi marketing. Selayaknya Nafas, semua bagian stuktural perusahaan harus “memarketingkan” perusahaan layaknya bernafas. (Filosofi dlm Bernafas: rutin, ikhlas, kebutuhan, keharusan, perlahan, stabilitas, komitmen, yakin)
    Makasih bang Lutfie

    Sukses selalu
    Ipan Pranashkati KIP
    http://ipan.web.id

  14. verr says:

    Selamat Pagi Semuanya,
    Salam Sukses,
    Abang Luthfie,
    Saya Seorang Marketer di Sebuah Media,
    Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada abang.dan Saya mohon sarannya.
    1.Abang,bagaimana tips&trik seorang marketer untuk bisa menembus pasar bersaing?
    2.Apa langkah-langkah yang efisient untuk dapat meningkatkan kinerja seorang marketer.
    Terimakasih.

  15. Andri says:

    gara2 artikel om aq jd inget – marketing bilisanikaumi – :)
    “marketing sbg ujung tombak harus berinergi dgn bagian lain menggunakan kuda2 visimisi perusahaan dr bekal trak record pendiriannya serta fleksibel dan dinamis terhadap sasaran yg dituju sebagai TARGET tuk meraih prestasi real dgn petunjuk nilai-nilai”.

  16. Hello Pak Nukman. Setuju dengan ide-ide Pak Nukman di tulisan ini. Di zaman yang serba cepat berubah, marketer dituntut untuk berubah juga. Tidak cukup menyikapi hal-hal baru dengan paradigma dan cara bertindak lama. Yang lama akan semakin usang dan tidak populer. Persis seperti sebuah anggur baru yang harus ditaruh di kantong yang baru. Kalau anggur baru ditaruh di kantong lama, pastilah anggur itu akan mengoyak kantong itu dan tumpahlah anggur itu sia-sia. Open society semakin terejawantah. Khususnya dengan perkembangan dunia internet. Nah, perusahaan, marketer, atau brand tidak berani masuk dalam dunia ini…dipastikan perusahaan, marketer, dan brand itu juga akan usang dan tidak populer lagi….by the way, dengan adanya media online, dunia marketing semakin demokratis. Nah, persoalannya, marketer maupun brand akan menjadi demokratis atau malah menjadi rezim totaliter atas customer? Saya izin me-link blog ini di blog saya ya. Sekalian up date review bila ada konten blog mas Nukman dengan mencantumkan sumber tulisannya. Muchas Gracias Senor!

  17. ceria jogja says:

    Nampaknya Produk & pricing bakal punya arti lebih besar dibanding sebelumnya. Kepuasan pelanggan terhadap 2 hal itu mampu menimbulkan buzz. Info berkembang secara horisontal. Advertisement menjadi sekedar start up dan maintain awareness.

  18. inge says:

    pak, saya mau tanya lebih lanjut tentang internet marketing, internet behaviour,ama digital experience…bisa minta tolong dijelaskan mengenai ketiga hal tersebut secara rinci pak?makasih sebelumnya…

  19. Ikmawan says:

    Pak Nukman, saya punya manager marketing yang sangat handal, bisa 150 bahasa, 24 jam kerja selama setahun penuh, tidak minta cuti, tidak minta uang lembur malahan tidak digaji. Namanya Google Adword.

  20. andrikawel says:

    setuju bgt mas,,, untuk mendapatkan profit via online adalah bagaimana bisa menempatkan posisi di Google

  21. Rully says:

    Semakin menguatnya peranan On-Line/Digital Community (forum,blogs,dan online community), semakin mudah publik menyampaikan pesan. Sesuai adat ketimuran, maka kongkow-kongkow, curhat, ketemu teman2 bs dilakukan di internet. Jadi marketing lewat internet lebih efisien n efektif

  22. G.S.Ashok Kumar says:

    Att: Mr.Nukman L. ( The Only Eternal In This World Is Changes )
    Tips. Marketing Is Study The People, and This People has a Multiple Needs, and Their Needs are Constantly ” CHANGES ” from time to time. And do it with smile.

  23. ronald hugo says:

    seperti yang dipahami semua orang di dunia ini ,bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi..”satu hal yang abadi adalah perubahan”..

    oleh karena itu, definisi marketing pun akan selalu berubah!

  24. ANdik says:

    Marketing adalah Pasar ==> pemasar. Untuk memasarkan dibutuhkan kerangka pemasaran seperti disebutkan diatas.

    Bagaimana naik turunya perusahaan tergantung Marketer. Target bukan harus dicapai, tapi harus dilampaui.

    enaknya kan ke semua juga

  25. Wiwid says:

    Saya mau bertanya, bagaimana dengan PR yang menjadi marketing? Bagaimanakah strategi yang akan dilakukan PR yang sebagai marketing tersebut?
    Tolong dijawab ya! TQ

  26. Syarif says:

    Perubahan tingkah laku masyarakat mempengaruhi definisi dari marketing yang didasarkan pada sebuah kebutuhan, dan saya rasa perubahan definis itu pula mempengaruhi kualitas marketer, kenapa mengganti tugas marketer dengan PR, bukankah dengan perubahan tingkah laku masyarakat tersebut telah terjadi pula sebuah peningkatan kualitas bagi para marketer dengan adanya sebuah profesi baru yang biasa disebut dengan.. Online Marketer.

    Saya rasa Online Marketer tersebut sudah mengetahui langkah apa yang harus dilakukan untuk menguasai pasar di Internet.

  27. mery chang says:

    kalo boleh tau nama bukunya apa ya pak.?

  28. mus says:

    saya setuju dengan definisi yang telah ditulis diatas. marketing adalah ujung tombak dari segala kehidupan, dari cara kita berhubungan dengan orang lain, sekaligus bagaimana kita menghubungkan orang tersebut dengan kebutuhan yang dinginkan sekarang dan masa ke depan.

  29. musa says:

    makasih pak… saya baru menemukan artikel ini. dan saya jd punya inspirasi tentang iternet marketing…. sukses….

  30. Abdikurnia says:

    pak…etika profesi marketing itu apa aja ya??
    terimakasih sebelumnya.

  31. Anonymous says:

    Saya pelajar SMA yang baru belajar tentang Pemasaran, walaupun saya masih awam namun tulisan Bapak sangat membantu. Semoga menjadi berkah.. aamiin TERIMAKASIH PAK!! Sukses&Sehat selalu…

  32. nice artikel Pak
    thanks

Leave a Reply




nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
Gita Pramestyani @pramestyani
Sr Commerce Strategist
tweet it
adhitiasofyan @purnayuda
Sr Campaign Strategist
tweet it
Jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it
Anggie Harygustia @mister_anggie
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • umar: - Terambat Saya……..

  • Meja Belajar: - terimakasih untuk informasinya

  • intisar primula: - nice artikel Pak thanks

  • Zy: - Setuju nih sama Mas Akbar. Apakah lebih efektif menggunakan TVC atau social media juga...

  • wawasan online: - Infonya menarik, tetapi jaman sekarang sepertinya sudah banyak yang berubah.

  • Alief: - Nice inpoh gan :D

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting