Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Direct Marketer Serbu Online

September 21, 2005
Oleh Nukman Luthfie

directmarktetingMeski masih mengandalkan cara tradisional, seperti direct mail melalui pos, sebagian besar direct marketer mulai serius memanfaatkan Internet sebagai salah satu kanal pemasaran langsung. Hasil survei Online Marketing 2005 yang dilakukan majalah Direct menunjukkan: lebih dari separo direct marketer akan meningkatkan budgetnya untuk kanal online pada tahun 2006.

Langkah para direct marketer ini bakal mengguncang dunia Internet, yang oleh majalah Direct disebut sebagai “mini boom” Internet setelah usainya dot.com boom empat tahun lalu. Rasanya istilah itu tidak berlebihan mengingat hasil survei itu menyebutkan bahwa para direct marketer menyisihkan 40% budgetnya ke dunia online tahun ini, meningkat dari angka tahun lalu yang 25%. Para direct marketer rela memotong budget kanal tradisional direct marketing agar bisa lebih leluasa di kanal online. Tahun lalu, mereka mengalokasikan 75% budgetnya di kanal tradisional. Tahun ini? kanal tradisional hanya dapat jatah budget 59%.

Yang mengejutkan, 57% direct marketer yang disurvei menyatakan mereka akan melanjutkan upaya memanfaatkan kanal online ini dengan budget yang lebih besar lagi tahun depan. Mereka yakin, upaya mereka di dunia online tidaklah sia-sia. Dari sisi profitabilitas, order online memiliki nilai lebih tinggi ketimbang kanal tradisional. Meskipun dimensional marketing dan direct marketing melalui pos menghasilkan revenue yang lebih tinggi per kontaknya serta tingkat respon yang tinggi, tetapi biaya yang dikeluarkan juga tidaklah sedikit. Inilah yang membuat kanal online memiliki profitabilitas yang lebih tinggi.

Selain itu, alasan utama para direct marketer mencintai dunia online adalah: dari sisi kuantitas, order online terus meningkat. Saat ini saja misalnya, 25% penjualan mereka disumbang dari kanal online. Padahal tahun lalu baru 20%.

Pertanyaanya: ke mana para direct marketer ini membelanjakan budgetnya di dunia maya? Menurut majalah Direct, sebagian besar dana mereka dimanfaatkan untuk Search Engine Marketing, analisa pasar serta membangun situs web khusus. E-mail Marketing? Meski tidak masuk dalam kelompok tiga besar, mereka tetap menjalankan upaya email marketing dengan lebih hat-hati untuk menghindari masalah spam.

Email merupakan salah satu direct marketing online yang sangat efektif, terlepas dari pandangan banyak orang yang menyatakan bahwa marketing melalui email dikategorikan sebagai spam. Terbukti ROI dari email marketing menduduki peringkat teratas dibandingkan kanal lain (kecuali Telemarketing). Bahkan seperti dikutip e-Marketer, 45% responden menyebutkan bahwa email marketing merupakan cara yang sangat baik bagi perusahaan untuk menjalin hubungan dengan pelanggan mereka.

6 Responses to “Direct Marketer Serbu Online”

  1. katana says:

    angka-angka ini berdasarkan kondisi di Indonesia atau di Luar ya.. kok rasanya di Indonesia nggak sespectakuler gitchu

  2. Nukman says:

    Data di AS. Saya alpa menambahkan hal itu di tulisan. Di Indonesia sebenarnya saya merasakan hal yang sama. Sayang, tidak ada lembaga riset di sini yang membuat survei seperti di atas.

  3. tuti says:

    Dear Pak Nukman…,
    Saya sudah melakukan kegiatan email marketing utk product saya, tapi kok berdasarkan data yg didapat respons-nya kurang bagus apabila tidak dibarengi dengan kegiatan telemarketing..
    Bagaimana membuat email marketing lebih mengena ?
    dan mungkin ada saran strategi yang lain utk memasarkan product saya..?
    Mohon bantuannya.
    terimakasih

  4. semmy says:

    Boleh saya bantu sedikit mba tuti? Kayanya yang saya pelajari jika mau menjadikan bisnis kita menjadi email marketing mending di berikan dalam email kita 95% informasi 5 %penjualan. Kira-kira itulah yang saya pelajari dari mentor saya. Dia memberikan 95% artikel berupa produk2nya 5%nya penawaran. Mungkin cara itu bisa berhasil.

    semmy

  5. agip says:

    pa,saya salah satu mahasiswa jurusan komunikasi di salah satu perguruan tinggidi Bandung. saya masih bingung e-marketing sendiri penertiannya apa dan efektifitasnya gm dalam mempengaruhi konsumen?

  6. bazar says:

    Saya rasa kondisi di indonesia mirif2 lah ya,pemanfaatan internet mulai dari membangun image sampai memajukan bisnis suatu usaha sudah mulai lumrah dilakukan,liat aja berapa banyak media yang memfasilitasi kegiatan promosi/marketing secara online termasuk bikin komunitas online,wuih banyak banget!!!Artinya penggunanya pasti juga banyak dunk…Ke depan online marketing/promotion pastinya akan lebih berkembang lagi. Sayangnya data survei yang valid untuk Indonesia memang belum ada,dalam waktu dekat mungkin bazar bisa melakukan survei tersebut.

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih atas apresiasinya, semoga kampanyenya sukses!

  • Andi Primaretha: - Betul Mas Wahyu, saya juga selalu menganggap internet sebagai Universitas...

  • hdtv mount: - sangat menarik. saya sangat terinspirasi oleh tulisan anda. Tampaknya kampanye...

  • wahyu awaludin: - menarik, mas.. memang kita harus memilah-milah data supaya gak pusing sendiri....

  • Tonton: - setuju bangeeet, memang harus segala macam teknik marketing, harus juara. terimakasih,...

  • andina: - thanks infonya mas Andi

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting