Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Pasar Toko Buku Online Makin Besar, Tapi Jangan Silau

November 8, 2007
Oleh Nukman Luthfie

Berapa banyak toko buku online yang Anda kenal? Tiga? Lima? Sepuluh? Kalau saya hanya mengingat tiga: kutukutubuku.com, inibuku.com dan bukukita.com. Namun, kalau kita search di mbah Google, maka akan muncul begitu banyak toko buku online. Paling tidak, ada 20-an toko buku bermunculan di hasil pencarian itu, termasuk nama-nama yang tidak pernah saya dengar sebelumnya semisal kiosbuku.com, bukabuku.com dan bukukiri.com. Itu belum termasuk situs yang memiliki tambahan kanal jualan buku secara online, seperti toko buku Gramedia di Kompas.com, atau PernikMuslim.com yang — selain menjajakan produk-produk muslim lainnya– juga menjual buku secara online.

Tiga toko buku online yang saya kenal di atas, menunjukkan kinerja yang cukup baik. Angka penjualan mereka naik terus secara berkala dan mencapai titik yang lumayan. Saya, tentu saja, tidak akan menyampaikan angkanya di sini.

olbookstore.jpgJika pemain lama seperti Inibuku.com tetap bisa mencetak angka penjualan lumayan, dan dua baru juga mencetak angka yang hampir sama, maka dapat disimpulkan bahwa pasar toko buku online makin hari makin besar. Itu belum termasuk penjualan buku dari toko online lainnya. “Penerbit buku sekarang sudah memandang toko buku online secara serius karena angka penjualan online sudah mereka rasakan,” kata Tyas Legawa, pemilik Inibuku.com, ketika mampir ke kantor saya sore tadi.

Saya memperkirakan, penjualan buku online di Indonesia sudah mencapai angka Rp 200 jutaan per bulan. Saya menduga angkanya akan terus meningkat karena mereka semakin gencar berpromosi, terutama Kutukutubuku.com.

Tentu saja ini kabar menggembirakan bagi dunia perdagangan digital di Indonesia, khususnya untuk produk buku. Tidak heran kalau semakin banyak yang berminat masuk ke dunia maya ini untuk berjualan buku. Kira-kira sejam yang lalu misalnya, saya mendapat pesan di messenger saya, bahwa sahabat saya di Yogjakarta berniat membuka toko buku online segera.

Namun, saya juga harus mengingatkan agar jangan sembrono masuk ke pasar ini. Meski angka penjualan terus meningkat, pasarnya dikerubuti oleh banyak pemain. Kompetisi di bisnis ini amat tinggi. Kecuali itu, marginnya juga relatif tidak besar, sekitar 10%-an. Jadi, kalau bisa menjual buku secara online sebesar Rp 50 juta perbulan, maka margin yang Anda kecap hanya Rp 5 juta. Padahal, untuk mencapai angka tersebut membutuhkan perjuangan amat keras dan berdarah-darah.

Pasar toko buku online saat ini memang makin besar, tapi jangan silau.

44 Responses to “Pasar Toko Buku Online Makin Besar, Tapi Jangan Silau”

  1. Verdinand says:

    toko online bagi saya tidak memiliki prospek yang bagus apalagi di Indonesia.
    Orang Indonesia tidak terlalu hobi membeli via online,
    hanya sebagai referensi saja.
    Peran internet masih kuat sebagai media atau forum saja.

    Namun, kehadiran toko buku online atau tokok sejenisnya tidak saya anggap remeh. Memang terasa nyata kehadiran mereka,
    promosi yang cukup gencar. Namun, apakah ini akan menjadi berlian investasi nantinya? belum tentu.

  2. Muslih says:

    #1
    tp di indonesia ini ada lho jualan online yang sangat laris manis,,, jualan barang2 porno :-) ) ,,, ada yg jual dvd, toys sex, gambar-gambar porno, situs / forum keanggotaan porno,, bahkan ada yg jual diri ;-) iyakan… jangan2 banyak nih dari kita pelangganya,,, :-)

  3. Roby says:

    Menarik infonya, terima kasih.
    Bagaimana penjualan barang2 grocery melalui online, apakah berkembang juga? Atau selain buku (dan situs sex/porno) apalagi yang penjualan onlinenya tumbuh?

  4. tomplee says:

    #2
    sex memang dagangan yang laris sepanjang masa hehehehe.. :)

    #3
    Kerajinan mulai merambah dunia maya juga lho mas Roby..

    #Pak Nuk apa karena kompetisi toko buku di pasar offline semakin ketat trus trendnya buku dijual secara online.?

  5. Faiza says:

    Bener seperti kata pak nukman, pasar buku menggiurkan, tapi untuk mendapatkan angka keuntungan Rp 5 juta / Bulan di perlukan perjuangan amat keras dan berdarah-darah. Pengalaman saya, buka toko buku(komik) meskipun tidak banyak di kenal tapi lumayan juga requestnya (www.komikdkk.com) . Karena butuh resource besar akhirnya untuk sementara ini saya pending dulu, coba fokus ke toko mainan anak saja… belum banyak pemainnya. (www.rumahmainan.com)

  6. Ollie says:

    Iya benar jangan pada silau ya! :p Hehe

  7. Pogung177 says:

    Siap2 belai kaca mata gelap kalau silau. Jadi ingat toko buku shopping selatan pasar Bringharjo

  8. Legawa says:

    Kalo ngandalin jualan buku online aja, kelaut aja deh mimpi punya kantor di Gedung Cyber kayak Pak Nukman, he he he

    Atau .. Mau ganti bisnis atau jadi orang kantoran lagi … laa ya kok nggak tega me ha ka orang

    Jadi mau ngapain … yaaa mbuh

  9. Saya setuju jika pasar toko buku online akan terus mekar. Tapi menurut saya, keuntungan 10% itu termasuk angka yang optimistik.

  10. Cah Jogja says:

    10%? Ada koq jualan buku yang keuntungannya 100%: e-book. Kalo temanya tentang cara cepat menjadi kaya, biasanya laris. Hehehe…

    *gelar tikar (sambil pake kacamata kuda)

  11. christine says:

    klo kata orang idealis “wong salah satu tujuan bikin toko buku online itu mau meningkatkan minat baca orang indonesia juga kok.” hehehe

  12. Sebagai pemilik kiosbuku.com, saya jadi malu nih. Kendalanya adalah distributor belum mempercayai toko buku online sebagai media penjualan. Semoga adanya tulisan ini membuka mata distributor/penerbit.

    Saya setuju sekali dengan tulisan Bapak di http://www.virtual.co.id/blog/?p=148. Toko (buku) online memang sedang nge-tren, Pak Nukman. Saat ini layanan saya di vKios.com adalah ‘persewaan’ website toko online. Di antara klien saya, ada beberapa toko buku online dengan niche market, seperti:
    - http://www.bukudedo.com -> buku & komik bekas
    - http://www.bukumuslim.com -> buku muslim
    - http://www.bukumandarin.com -> buku mandarin

    Tantangan kita adalah bagaimana membuat masyarakat percaya dengan kredibilitas toko online.

  13. cc says:

    thx info nya..menambah referensi saya tentang bulu online…
    :)

  14. Legawa says:

    penuliskita.com Yth …. maksudnya 10% bukan netto tapi bruto

  15. catur pw says:

    Setuju Pak Nukman, pasar buku di indonesia makin gedhe, banyak orang yg sudah mulai melek ilmu, haus knowledge baru, salah satunya ya saya :P

    Bwat, Ollie kutukutubuku.com (Pake kacamata yak, biar ga silauw dan tetap waspada menghadapi saingan toko buku online)

  16. Setelah melihat2 ketiga toko buku online tsb., saya pikir masih terdapat celah dan peluang yang menarik untuk dipelajari. Diantaranya:
    - Web 2.0 apa sdh diterapkan di toko tsb? Apa memungkinkan anggota menjual buku2nya juga?
    - Pasar? Domestik atau juga mancanegara. Pakai Paypal sdh tersedia belum?
    - Apa tersedia aksesoris yg berkaitan dgn buku yg dijual? Penggemar komik jepang biasanya jg ingin memiliki model boneka tokoh yg disukainya.
    - Anak2 skrg sdh pada pintar menggunakan internet. Apa ada hlmn khusus utk mereka?
    - Buku kategori antik/koleksi ada? Sayang sekali toko buku antik di Palasari Bandung ikut terbakar.
    - Kerjasama dgn toko buku terdekat dgn pemesan? Supaya pesanan cepat sampai di tangan pelanggan.
    - Brand masih belum lepas dari kata “buku” ya?
    - Nggak ada YM-nya ya? Kalo pembeli mau chatting tanya2 buku gimana?
    - Apa mungkin pembeli bisa melihat fisik buku? Via Webcam di YM misalnya?
    - Jalanan Jakarta makin macet. Pembeli makin malas keluar rumah. Saatnya toko online mulai berjaya!

  17. Danton says:

    Kalimat terakhir dari tulisan Pa Nukman
    Padahal, untuk mencapai angka tersebut membutuhkan perjuangan amat keras dan berdarah-darah.

    Hmm sementara banyak tawaran bikin website cara cepat menghasilkan uang hanya dalam hitungan jam …. Dan anehnya banyak yang tergiur …. efek jeleknya ketika sudah nyoba apa yang dikatakan ‘mudah’ dan kemudian berdarah-darah dengan entengnya koar2 bahwa internet marketing adalah bohong :( tidak bekerja.

    Ayo semangat !!! Biar kantor bisa satu gedung ma Pa Nukman :d

    Semangat ’45 !!! Biarlah kemarin berdarah-darah dan hari ini bergemerincing rupiah :)

  18. Iyan says:

    Pak Nukman..kalo pasar snack online masih luas ngga ya…saya buka http://keyshasnack.semarangcity.net Alhamdulillah lumayan juga

  19. tomplee says:

    #17
    Banyak orang yang hanya mau hasil isntan(gemerincing rupiah-nya) tapi hanya sedikit yang mau menjalani proses sampai berdarah darah…
    kira kira bisa gak dapat gemerincing rupiah tanpa berdarah-darah heheheheh :)

  20. #8

    kalo ngandalin jualan buku aja mungkin nggak akan bisa, kalo ditambah majalah dan yang lainnya pasti bisa dong.. hehehe… ya nggak Ollie :p

    seperti hasil wejangan dari pak Ivan dan pak Imam pas maen ke kantor pak Nuk kapan hari, selama micro payment blom jalan, pertumbuhannya market online ngga bisa gila gila’an. but who knows ^^ jadi kita siap siap aja duluan.

    trus selain itu, selama njalaninnya dengan semangat dan bukan cuma bertujuan uang doang insya Allah bisa dinikmati ^^

    satu hal yang pasti, pasarnya akan TERUS BERKEMBANG ;)

  21. iqro.com says:

    salam mas Nukman,

    tulisannya menarik sekali. kalau boleh di share ilmunya, apa aja syarat yang dibutuhkan untuk bisa sukses membuka toko buku online?

    terimakasih
    http://www.iqro.com

  22. iwan says:

    ya memang begini kebanyakan orang indonesia. gak mau kerja keras, maunya dapet hasil gede. kalo memang orangnya punya visi besar, siapa tau bisa kaya’ amazon.com. yang penting memang niat dan kemauan berkorban untuk berdarah2 dulu.

  23. Ani says:

    Jadi inget waktu pesen buku pertama kali ke inibuku.com. Tyas Legawa sempat menjawab sms konfirmasi saya. Dan saja jawab smsnya dengan ” Terimakasih mbak Tyas…. bla..bla”. Betapa kagetnya ketika Tyas membalas sms saya “bla….bla….bla…. dari mas Tyas Legawa”.
    Ha…ha…ha…kirain female jebulnya male to?
    *sorry mas, komennya nggak penting begini*

  24. Okto Silaban says:

    Yah, hal itu memang jadi pertimbangan. BukuKita.com saja di bulan Mei 2007 tercatat penjualannya sekitar 50-buku per hari. Dengan harga buku 60rb-an, dan dengan hitung2-an konsinyasi, paling mentok dapatnya 9jt per bulan. Itu belum potong biaya internet, sewa gedung dll.. Memang harus berdarah – darah sepertinya..

    Tapi sepertinya masih banyak celah lain.

    Oh iya Pak, informasinya tentunya sangat berguna buat “teman dari Jogja” :D

    *Baru balik dari Jakarta.., jadi baru liat postingan ini. Sayang gak sempat mampir kemaren Pak.

  25. Tuhu says:

    Hmmmm menarik juga temuannya. Pertanyaannya, apakah semakin banyak orang membaca buku di Indonesia, atau sebagian dari mereka yang biasa beli di toko buku pindah ke online store ya?

  26. haseghawa says:

    toko buku online punya kelebihan dan kekurangan , apalgi dalam hal delivery nya yang lama di salah satu toko buku , tapi belanja online kadang lebih menyenangkan dari pada harus jalan2 ke toko buku real

  27. Mia says:

    Salam pak Mukman ,memang benar pasar toko buku online lagi naik daun ,tapi ternyata itu tidak merata dan benar utk mencapainya sangat berat.
    Yang lumayan saat ini saya rasakan dari ebook ,margin hampi 100% ,karena ebook cukup ringkas ngga perlu banyak perlengkapan dan sampai saat ini saya masih bertahan dengan ebook ;-)
    Salam Sukses selalu

  28. santri ndeso says:

    Kalau menurut saya, prospek Toko Buku online lumayan juga. Penerbit tempat saya kerja, dengan membuat website, penjualannya meningkat, dan penjualan lewat website bisa merambah ke Negara Asing (konsumen Indonesia yang di Luar Negeri) sehingga sebulan omzetnya mencapai bisa mencapai 50 jt

  29. Salam mbak Mia.
    Saya sudah lihat situsnya.
    Menarik.
    Semoga sukses.

  30. Mia says:

    Salam,
    Pak Nukman ,terima kasih dah berkunjung ke site nusashop.com ,sebenarnya manu banyak minta advice nih depak pakarnya ;-)
    Sekali lagi Terima kasih pak Nukman
    Sukses selalu ya

  31. savic says:

    Halo Pak Nukman,

    Toko buku online marginnya memang kecil. Tapi dengan bertambahnya jumlah pengguna internet dan meningkatnya problem kemacetan, saya kira toko buku online punya prospek yang bagus. Saya soalnya abis bikin toko online, baru jalan efektif 2 bulan. Alamatnya http://www.khatulistiwa.net

    Pengen bisa maen untuk ngobrol-ngobrol..

  32. Amartapura says:

    sekalian numpang nampang untuk toko buku online saya di http://www.amartapura.com
    bagi saya(pemain baru) yg penting maju terus. walaupun sudah banyak player nya. tapi kan pengguna internet juga makin banyak. apalagi sekarang harga bbm naik. jadi ngirit ongkos ke mall/toko buku.. hehehe

  33. erie says:

    Begini, saya mau tanya ada gak yah cara untuk mengetahui omzet penjualan dari toko buku online yang ada seperti kutukutubuku.com.. Kira-kira dari mana sumbernya? Saya sedang mengerjakan tugas perkuliahan, jadi membutuhkan data-data seperti itu…

  34. erie says:

    Apakah kita bisa tahu jumlah pembeli di indonesia yang membeli lewat toko buku online ??? Berapa banyak??

    Kalau ada yang tahu sumbernya, saya harap anda bersedia membaginya dengan saya.

  35. [...] melihat-lihat ketiga toko buku online yang diceritakan oleh bapak Nukman (kutukutubuku.com, inibuku.com, bukukita.com), saya pikir masih terdapat sedikit celah dan peluang [...]

  36. Aladin says:

    Terimakasih atas posting nya Pak Nukman.

    Menurut saya semakin banyak toko buku online semakin bagus, berarti ada pasar nya kan ?
    Walau baru online sekitar 2 minggu kami belajar memasarkan dan melayani pelanggan di Indonesia. Baru mempelajari dimana kekurangan kelebihan kami dan berusaha memperbaikinya.

    Happy book shopping !

  37. jarduk says:

    Semua bisa bikin toko (buku) online. Download saja aplikasinya di oscommerce.com atau zen cart. Tinggal edit bahasanya, udah jadi.

    —————————

    posting ini pasti dihapus lagi.

    pesan : “sebarkanlah apa yg kamu tahu kepada orang lain, supaya bertambah pengetahuanmu, kalau tidak, itu2 saja pengetahuanmu”.

  38. friska says:

    kalo toko buku : palasarionline.com itu bener2 ada gak ya? aku jadi ragu ngebeli buku online…

  39. saya juga sedang investasi merintis usaha toko buku tetapi belum melayani pembelian online

  40. gono says:

    Hal lain yang belum diungkap adalah integrasi antara komunitas dan toko/product outlet onlinenya.

    Contohnya: penggemar buku-buku Karl May (Winnetou-Old Shatterhand) yang sejak 1950 tersebar di seluruh tanah air. Sejak 2002 buku-buku itu diterbitkan kembali, tetapi mereka yang diluar Jawa praktis tidak bisa membelinya. Padahal jumlah bukunya dan keturunannya (derivative product: komik, film dll) bisa puluhan item.

    Jadi dibuat pelayanannya yang terintegritas. Situs klubnya ada: http://indokarlmay.com, mailing list ada: indokarlmay@yahoogroups.com, ebook gratisan ada (alamatnya bisa dilihat di situs), toko buku online-nya ada:http://tokowinnetou.com, juga Facebooknya: Klub Winnetou dan Klan Winnetou untuk melihat foto-fotonya. Ebook yang dijual malah belum ada.

    Meskipun pada akhirnya pembeliannya tergantung minat, dayabeli, dan kefanatikan terhadap produk itu sendiri, tetapi rasanya toko buku online untuk komunitas seperti ini juga bisa menjadi trend masa depan. Tinggal manusia yang mengelola saja.

    Notabene: kalau klub memang tidak bisa terlalu bisnis 100%. Tetapi sedikit banyak loyalitas akan terjamin. Jadi memang harus seimbang.

  41. margin nya ya?
    wah, untungnya masih relatif kecil ya dibanding usaha lain? tp ttep nggk blh pesismis…eh pesimis..he

  42. baru aja belajar jualan buku online, eh ketemu para suhunya di sini, salam kenal semuanya, ijinkan saya mengeruk ilmu dari kalian :)

  43. Kunto says:

    Saya dah jualan buku 10 tahun, ortu juga jualan buku. Menurut saya yang berdarah-darah itu cari suplai bukunya. Yang best seller tentunya, apalagi online, walaupun bukunya murah kan ada ongkir juga. Jadi menurut saya ada buku yang cocok dijual online ada yang cocoknya di kotak obral

  44. Artikel yang menarik. Tetapi saya tetap optimis bahwa pasar buku online di Indonesia akan terus berkembang. Terima kasih atas informasinya.

Leave a Reply




nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
Gita Pramestyani @pramestyani
Sr Commerce Strategist
tweet it
adhitiasofyan @purnayuda
Sr Campaign Strategist
tweet it
Jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it
Anggie Harygustia @mister_anggie
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • umar: - Terambat Saya……..

  • Meja Belajar: - terimakasih untuk informasinya

  • intisar primula: - nice artikel Pak thanks

  • Zy: - Setuju nih sama Mas Akbar. Apakah lebih efektif menggunakan TVC atau social media juga...

  • wawasan online: - Infonya menarik, tetapi jaman sekarang sepertinya sudah banyak yang berubah.

  • Alief: - Nice inpoh gan :D

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting

Warning: Unknown: open(/var/lib/php/session/sess_8c57s76qplveh7c9bbok2gtts0, O_RDWR) failed: No space left on device (28) in Unknown on line 0 Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/lib/php/session) in Unknown on line 0