Tanggal 1 Maret 2007 bisa jadi akan dicatat sebagai hari penting Internet di Indonesia. OkeZone yang telah melakukan ujicoba dan banyak mendapat kritikan, akhirnya diluncurkan hari ini dengan wajah baru yang lebih trendi. Pada saat yang sama, Detikcom meluncurkan DetikTV. OkeZone yang digawangi kelompok Media Nusantara Citra (MNC) yang sangat kuat di media teve (memiliki TPI, RCTI, dan GlobalTV) masuk ke dunia portal. Sebaliknya, sang raja portal Detikcom masuk ke webTV. Sebuah persaingan yang menarik, yang sudah pasti akan memberi benefit sangat banyak ke konsumen.
OkeZone tampil percaya diri. Inilah suara Kebon Sirih, tempat mangkal redaksinya. “Memang di tengah-tengah proses kelahirannya ini, tidak jarang orang meragukan, karena saat ini sudah ada portal berita yang kelihatan sudah lebih mapan. Tetapi kami ingat, bahwa masyarakat kita, dikenal sebagai masyarakat yang tidak gampang puas. Mereka akan mencari alternatif-alternatif sumber informasi yang lebih variatif sekaligus bisa memuaskan. Dan kami yakin tentang itu“.
Meski tak menyebut nama, publik dengan mudah menafsirkan bahwa portal berita yang dimaksud adalah Detikcom. Jadi memang tak bisa dipungkiri, OkeZone akan berhadapan langsung dengan Detikcom di pasar. OkeZone yakin bisa memenangi pasar. “Kami percaya, selama bisa membangun jurnalisme yang lebih baik, cepat atau lambat kesempatan untuk menjadi the winner sangat besar.
Ketika MNC masuk ke wilayah Detikcom melalui OkeZone, Detikcom masuk ke wilayah MNC melalui DetikTV dengan medium internet, bukan medium teve. Tapi pertengahan April, DetikTV bisa ditonton via telepon seluler.
2007 ini memang tahun yang menarik bagi media di Indonesia. Bukan hanya hadirnya raksasa baru di portal, tetapi juga berubahnya tabloid ekonomi bisnis KONTAN dari mingguan ke harian. Langkah baru KONTAN ini juga memaksa Bisnis Indonesia, penguasa koran bisnis dan ekonomi saat ini, untuk berbenah diri secara lebih serius. Saya duga, pertempuran kedua media bisnis ini juga akan merembet ke media onlinenya.
Pak, kok kalimat terakhir terpotong ya:
.. penguasa koran bisnis dan ekonomi saat ini, untuk berbenah diri secara lebih se
iya, mas Denny.
Sudah saya perbaiki. Terima kasih ya
Selamat datang okezone.com… welcome to the jungle!
tampilan okezone lebih oke..gaya bahasanya lebih bagus, tidak cuma sensasional..lebih cerdas mengambil sudut pandang..
Nah loh…, kalo dah begini detikcom juga harus banyak berbenah diri nih. Tampilan lay out yang terlalu kusut dengan iklan, gaya penulisan yang terkesan amburadul juga harus dibenahi. Cepat sih boleh saja, tapi jangan lupakan kualitas yang lain.
Selamat datang okezone..! Yah.., semoga media online ini semakin semarak, orang Indonesia jadi banyak yang lebih melek internet, trus tambah maju, negaranya makmur, kan kita semua yang seneng! Amien…
Nuwun sewu mas Nukman dan rekan2 dotcomers
Dengan Basmallah,
Wirausaha.com juga mulai online hari ini 1 Maret 2007
Masih dalam tahap awal, dan perlu perbaikan
Mohon saran dan tentu doa restunya
semoga bisa bermanfaat
bagi Wirausaha / Entrepreneur Indonesia
Andi
Wirausaha.com
Portal Wirausaha Indonesia
http://www.wirausaha.com
hmmm… kalo saya melihat format dari okezone meski tampilannya lebih fun, tapi ada beberapa yang mengadopsi dari detik.com, misalnya untuk header dan footer Ad nya, dan rasanya untuk Ads Systemnya akan masih menggunakan system lama *seperti detik system borongan. :p
Goodnews seh, semakin banyak pemain, semakin menguntungkan user dan juga advertiser, karena semakin banyak pilihan.
okezone cerdas! bravo, jangan jadi tempat sampah kayak detik..iklan banyak..bikin berat..ngeluarin detik.tv tp blm siap..nggak serius..okezone tolong jaga kualitas berita..jangan modal tampilan doang..jangan kayak portal2 pemain lama..
Ya. kualitas berita ditingkatkan, bikin liputan yang lengkap dalam bentuk artikel juga bisa, dan letak iklan harus lebih enak dipandang mata, saran saya pake aja iklan model google adsense.
Salam – Muslih
)
http://www.manggaduakomputer.com
(numpang ngelink back pak Nukman, situs baru
Numpang ngelinknya hanya boleh sekali dua kali mas Muslih.
Kali ketiga bayar hahahaha.
BTW, kapan mau live?
#6.
Selamat mas Andi.
Versi awalnya masih belum bisa dikomentari, karena belum kelihatan bentuknya. Tapi saya doakan semoga portal wirausahanya makin menemukan bentuk yang unik dan bisa maju terus.
So… ceritanya marketingin okezone nih? Atau sekedar buzz saja?
siapa nih yang dituduh marketingin okezone?
gak ajuh beda ketika
Wing’s sebagai brand sabun cuci meluncurkan produk food, Mie Sedap.
Karena mersa tersaingi Indoffod gantian meluncurkan poduk sabun cuci BuKrim.
Ya. Dan ketika dua produsen bersaing dengan keras, konsumenlah yang diuntungkan. Konsumem akhirnya mempunyai pilihan produk yang lebih banyak dan lebih baik. Inilah indahnya persaingan: ujung-ujungnya akan menguntungkan konsumen.
Sebetulnya ada pesaing lain dari detik.com selain okezone yaitu situs wikimu.com yang merupakan situ web 2.0. Situs ini memberikan warna tersendiri, karena beritanya berasal dari pembaca. Yang saya suka dari situs wikimu, selain beritanya yang ngga umum tapi juga karena ada fasilitas rss feednya yang dapat menghemat bandwidth. Bukan tak mungkin situs wikimu malah akan menjadi pesaing utama detik.com dimasa datang.
Salam,
)
(bukan marketing wikimu –
@Joe : konsep kalo mengenai berita dari user dan untuk user, konsep itu sudah lama ada di negara lain, mungkin kalo tahu ohmynews.com itu sangat terkenal di beberapa negara malah, atau dari local ada kabarindonesia.com (saya tahu karena developmentnya teman saya, dan dia pernah bikin wartakita.com juga konsepnya sama)
Saya dan teman2 saya penasaran kok belum ada produk dari local yang bisa terdengar sampe internasional yah, terutama untuk generasi mudanya, seperti youtube, google, yahoo, friendster, myspace, cyworld, dsb.
… dari gembar gembornya sih gw pikir jdinya bakal kayak CNN. apa krn di MNCgroup kebanyakan orangtua kali ya ? jd kekurangan ide yg fresh, yg dipikirinnyas cuma politik, duit, duit, duit & kapitalisasi … mbok ya bagi2 rejeki sama rakyat gitu loh !
… qeqeqeqeqe
maap ya mas jgn tersinggung, namanya jg asbun
desain okezone tampaknya lumayan oke..
ditunggu 5 menit, gak loading sama sekali. Wah, infrastructure okezone.com masih payah.
Date : 06-03-07
Time : 11:50 WIB
Kayanya mesti belajar banyak nih website ples SDM-nya. Sebelum disubmit, dicoba lagi, masih aja tewas. Penasaran, serius gak sih, nih website-nya ada..???
Pada akhirnya akan dimanjakan oleh kompetisi sehat portal berita tersebut
Koreksi, ternyata okezone sudah punya rssfeed
Berita Okezone gitu-gitu doang, bagaimana mau menyaingi detikcom? Selain beritanya kurang variatif, juga kasep melulu. Berita Garuda Kecelakaan di Jogja misalnya. Kita ingin tahu kondisi pesawat kayak apa, eh Okezone malah menyuguhkan ilustrasi bikinan dengan gambar pesawat Garuda yang mulus dan ditempeli api menyala. Hal penting lain: “APAKAH Okezone nanti bisa bebas mengkritisi kelompok tertentu bermasalah?”. Saya perkirakan Okezone cuma gegap gempita di awal, lalu akan segera dilupakan orang seperti Astaga.com, Satunet.com, etc. Saya mengecek ke Alexa.com untuk mengcompare Okezone dengan detikcom, ternyata grafiknya tidak cukup berarti. http://www.alexa.com/data/details/traffic_details?q=&url=www.okezone.com Juga tidak ada letupan grafik yang signifakan saat gegap gempita dilaunching.
Pencatatan Alexa tidak falid alias tidak bisa dijadikan pegangan karena statistik itu hanya dicatat dari browser yang dilengkapi toolbar alexa. Seberepa banyak pembaca okezone pakai toolbar tersebut? seberapa banyak pembaca detikcom yang memakai toolbar yang sama?
Selain Alexa, kalau mau membandingkan statistik antarwebsites kita perlu menggunakan apa Bung Nukman? Saya sendiri tidak menggunakan toolbar Alexa atau sejenisnya. Terimakasih.
Sebenarnya ada lembaga independen yang membuat peringkat portal. Sayang, karena nilai ekonomi bisis dotcom di negeri kita masih relatif keciiiil, belum ada lembaga yang mau melakukan ini.
Untuk sementara waktu, minta saja statistik masing-masing websitenya dan kita bandingkan sendiri.
Mas Nukman, kenapa ya kalau saya tidak mengklik detikcom terasa ada yang hilang gitu. Jadinya setiap hari ada dorongan bawah sadar untuk membuka dan membacanya. Saya menyebut ini Detikcom Syndrome. Temans sekantor juga mengalami hal yang sama. Bagaimana ilmu marketing bisa menjelaskan hal ini?
dua hari ini untuk dua peristiwa yang berbeda, okezone dalam banyak hal unggul. Untuk gempa di padang, okezone lebih cepat. dan untuk garuda terbakar, detik lebih cepat beberapa menit, tapi sepertinya nyontek di radio elshinta, yang sudah terlebih dahulu. berita detik tidak ada sumber jelasnya. 5w+1h tidak lengkap.
kuantitas berita okezone lebih banyak. mungkin karena jumlah reporternya juga memakai sindo dan trijaya juga. jadi lebih banyak. aku yakin detik cukup ketar-ketir dengan kehadiran okezone.
saya coba2 hitung kuantitas news okezone untuk hari rabu mencapai 150 berita lebih. sedangkan detikcom terpaut sedikit di bawahnya. artinya, kuantitas berita okezone tidak kalah.
denger2 besutan MNC ini mau sudah siapkan oketv, okeradio, e-trading, juga untuk konsep citizen journalisme, alias komunitas maya, dalam waktu dekat. konten2 baru juga sedang disiapkan, dan segera meluncur, katanya.
kebetulan saya ada kawan, dan dia bilang, traffic okezone drastis meningkat setiap hari. memang belum menyaingi detik untuk visitornya. maklum, baru hitungan 7 hari sejak iklan di koran.
so, kita tunggu aja gebrakannya..pemenang tidak bisa ditentukan di garis start..
okeTV ya, jadi inget komedi OB
settingannya kan sama sama di okeTV
hmmm….okeZone ganTi loGo bo…!!!
saya inginkan okezone nantinya mampu memberukan informasi yang akurat tentang berita teraktual baik politik,bisnis,ekonomidan infotaiment yang ada saat ini sehingga kita sebagai pembaca mampu menganalisa setiap persoalan yang ada dengan adanya informasi yang akurat tersebut
Mengapa ya Okezone kok terkesan lembek dalam isu Tommy dan Cendana? Kalau nanti ada ribut-ribut keluarga Bambang atau sepak terjang bisnis Henri Tanu, apakah akan ‘ramah-tamah’ juga?
#32. Apa yg aku singgung dlm point ini terbukti lagi. Sementara detikhot dan media lain sepanjang hari ini 10/4 memberitakan isu Bambang-Mayangsari, Okezone tiarap saja. Wah, gimana ini?
Okezone kalau mau bersaing dan merebut posisi detikcom harus berani menjaga jarak dan netral. Jangan sampai terlanjur diasosiasikan cuma sekadar kepanjangan tangan pemilik modal. Dalam isu Bambang-Mayangsari (10/4) Okezone sama sekali tak menyinggung, padahal media lain ramai memberitakannya. Ini menurutku kurang baik untuk merebut kepercayaan publik.
mungkin itu pilihan untuk tidak menyerang seseorang atau pihak tertentu secara tendensius. menurutku nggak ada masalah. apalagi berita itu sifatnya sangat personal, tidak menyangkut publik. berita gosip buat saya berita sampah..
mungkin yang layak dipersoalkan, misalnya, adalah hal-hal seperti kenapa okezone memberitakan tentang sebuah kebijakan secara tidak proporsional. jadi kalo gosip nggak penting banget diributin. apalagi sampe dikait-kaitin saham bambang di okezone. entah ada atau tidak. setahu saya, grup MNC sudah dikuasai global mediacom, yang di belakangnya ada bhakti investama. bukan bambang atau cendana lagi.
OKEZONE ADA BUKAN UNTUK BERSAING DENGAN DETIKCOM, TAPI UNTUK MEMBANTU MASYARAKAT DALAM MEMBERIKAN INFORMASI. KALO MEMANG ADA YANG MERASA TERSAINGI DENGAN ADANYA OKEZONE, JANGAN MENJELEKAN OKEZONE, TAPI BERBENAH DIRI..
SILAKAN AJA BIKIN DETIK TV, KITA GA KEBERATAN, TOH MASYARAKAT JUGA AKAN LEBIH SERING NONTON RCTI, GLOBAL TV ATAU TPI DARIPADA REPOT2 NONTON DI WARNET.
MASYARAKAT AKAN MENILAI SIAPA YANG LEBIH BAIK DIANTARA KEDUANYA,,, DAN OKEZONE PUNYA KANS BESAR UNTUK MENDAPATKANNYA
JELAS KHAN…
Wah, Bung… sebaiknya tidak sembarangan menuding forum ini sebagai ajang menjelek-jelekken okezone. Kami bebas belajar, berdiskusi bersama, dan membahas tentang banyak hal di forum ini. Semua media dibahas dan dikomentari kok, tidak hanya Okezone. Kalau tidak tahan, sebaiknya putar mesin waktu dan kembali sendirian ke era represif dan penindasan. Lagipula, kalau mau jadi PR sebaiknya Anda perlu lebih tekun belajar lagi. Sebab posting Anda memunculkan kesan kuat bahwa Anda orang Okezone, hehehehe… minimal pesuruh okezone. Kentara sekali. Coba cermati ulang deh posting Anda. Hormati proses belajar dan kebebasan berpendapat di forum ini. Sikap otoriter Anda tidak pas.
#35. OKEZONE ADA BUKAN UNTUK BERSAING DENGAN DETIKCOM, TAPI UNTUK MEMBANTU MASYARAKAT DALAM MEMBERIKAN INFORMASI.
dongeng seperti ini hanya layak di forum bobo, bercampur dgn dongeng-dongeng santa claus. yang bener ajalah mas. common sense orang dewasa pasti mengatakan bahwa okezone ada untuk cari uang, sebab dia bukan sinterklas, melainkan institusi bisnis. dan untuk cari uang dia harus bersaing. karena detikcom telah lebih dulu ada, maka orang sah untuk menilai bahwa okezone bersaing melawan detikcom. keduanya bermain di ceruk yang sama. as simple as that. “untuk membantu masyarakat dalam memberikan informasi”, kok jadi muncul kesan okezone seperti lembaga penyuluhan milik dinas penerangan
)
saya sudah menyimak kedua portal, kesimpulannya kedua-duanya seimbang. kadang detik lebih cepat, kadang juga okezone lebih cepat..
tapi ada satu perbedaan, salah satu wartawan dari media tersebut sering tidak wawancara langsung dengan narasumber tapi wawancaranya sama wartawan lagi…
buat para pimrednya,,, silakan evaluasi kinerja anak buahnya….
hehehe
marwan, rasanya anda juga harus lebih banyak belajar. wajar kalau seseorang membela perusahaannya, karena disitu tempat dia cari makan.. disitu anda juga ketara pesuruh saingan okezone. dan anda juga terkesan otoriter…
sikapi dengan santai saja, karena kamu juga belum tentu bisa menulis yang benar.. atau jangan-jangan, kamu sakit hati lamarannya ditolak MNC?
dewasalah bung…
Mas Nukman, menurut saya, Okezone dan detik punya kemampuan dan kekurangan yang berbeda-beda. kehadiran mereka berdua banyak membantu dalam memberikan informasi.
saya ingin memberi usul, bagaimana kalau coment yang berbau provokasi tidak usah di upload?
saya khawatir persaingan ini berdampak buruk kepada para wartawannya kalau ketemu di lapangan. sayang kalau sesama jurnalis harus berpolemik dengan tidak sehat..
Kabarnya salomo mau jadi kepala biro detik bandung? betulkah? mampu gak yaaaa?
aku harap dia mampu…
congrutulation yaaa.. semoga bia menjadi raja berita di Bandung..
salomo, kita teman lama lho