Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Mengapa Lahir Web 2.0?

February 21, 2007
Oleh Nukman Luthfie

Lahir tiga tahun lalu dari hasil imbal wacana antara O’Reilly dan MediaLive International, Web 2.0 makin hari makin bergulir. Hanya dalam satu setengah tahun, lebih dari 9,5 juta halaman web dicatat Google mengandung nama ini. Meski diterima banyak kalangan, tak sedikit yang mencibir bahwa istilah ini cuma kerjaan orang tehnikal yang lagi gandrung-grandrungnya dengan teknologi sehingga melahirkan kategorisasi yang bodoh dan tidak dipahami publik. Perdebatan akan masih terus berlanjut. Meski demikian, untuk memahami Web 2.0, saya ceritakan dulu bagaimana mahkluk ini mewujud.

Pebisnis internet pasti paham bahwa 2001 adalah tahun kelam dotcom. Saat itu memang sebagian besar dotcom yang menghiasi pentas bisnis tiga tahun sebelumnya dan menjadi primadona investasi dunia, tiba-tiba rontok, bertumbangan dan mati. Dotcom boom berubah menjadi Dotcom crash atau dotcom doom. Banyak yang menangis, terutama para investor.

web20.gifNamun, di balik kehancuran itu O’Reilly dan MediaLive International melihat bahwa masih ada dotcom yang lolos dari jebakan maut. Setelah dianalisa, dotcom tersebut memiliki ciri yang sama. Dan ciri-ciri itu tidak dimiliki oleh para almarhum dotcomers. Apakah kehancuran dotcomers lama dan lahirnya jenis dotcomer baru menandai lahirnya generasi baru web? Begitulah pertanyaan Dale Doughterty. Mungkin pionir web dan VP O’Reilly ini terinspirasi oleh proses seleksi alam Charles Darwin: begitu ada generasi yang punah, akan muncul generasi baru yang lebih tangguh. Untuk mempermudah kategorisasi, Doughterty menyebut generasi baru itu Web 2.0.

Inilah contoh-contoh lompatan generasi Web 1.0 ke 2.0.

Web 1.0 —> Wev 2.0
Personal website —> Blogging
Britanica Online —> Wikipedia
Page views —> Cost per click
Publishing —> Partisipasi
Direktori (taxonomy) —> tagging (folksonomi)
Stickiness —> sindikasi
Screen tapping —> web service

Contoh di atas masih bisa diperpanjang terus.
Pertanyaannya, apa yang membuat sebuah aplikasi atau sebuah pendekatan digolongkan Web 1.0 atau Web 2.0?
Akan saya sambung ke tulisan berikutnya mengenai: Apa Ciri-ciri Web 2.0?

14 Responses to “Mengapa Lahir Web 2.0?”

  1. ardha says:

    ditunggu Pak kelanjutan tulisannya…

    btw ada yang berubah ya dengan Blognya Pak Nukman?
    setelah diteliti, sisi kiri ada image yang diganti, Foto Pak Nukman diganti dengan foto baru menggunakan style yang baru ;)
    tapi kok kaca matanya tidak dipakai ya Pak ;)

  2. Nukman says:

    Hahaha..
    mas Ardha tahu saja.
    Ada beberapa perubahan di blog ini.
    Pertama, sekarang sudah full css. Sebelumnya masih table. Kebetulan ada mahasiswa Teknik Nuklir UGM yang sedang magang d i sini, saya minta ubah ke css. Terima kasih Yodi :) .
    Kedua, ada tambahan kategori: Web 2.0
    Ketiga, saya amat-amati, foto saya yang sebelumnya kok berambut cepat, cuma sesenti, padahal sekarang saya sudah bosen dengan gaya cepak. Jadi ya saya ganti :) . Itu pun saya tambahi email account supaya ndak pada nanya lagi.
    Kacamata saya pakai kalau pas meeting dengan di klien atau nyopir. Ini gara-gara faktor U alias usia ;)

  3. wah, wah, terima kasih kembali atas kepercayaannya untuk mengotak-atik situs bapak. Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya.

  4. @2,3
    ehm ehm…
    Teknik Nuklir saja sudah merambah ke dunia saya (*IT) allamak makin berat aja nih perjuangan nyari nafkah hehehe..

  5. endri says:

    Hehe, mungkin juga sudah saatnya IT merambah ke dunia lain (Nuklir, Biologi, Kimia Lingkungan, Fisika) maksud saya didukung dengan IT.

  6. Machless says:

    Mungkin yang perlu sekali ditambahi oleh Pak Nukman mengenai apa yang menjadi kelebihan para dotcom survivor. Ditambah lagi hal yang tidak kalah pentingnya adalah apa web 2.0 itu sendiri.

    Apakah web 2.0 itu istilah atau suatu pendekatan teknologi atau bahkan sebenarnya suatu konsepsi? Rasanya itu perlu didetilkan pak. Karena yang ada selama ini orang selalu menilai web 2.0 hanya sekedar approach. Padahal sebenarnya tidak sesederhana itu. Dibalik web 2.0 sendiri ada konsepsi yang cukup kuat yang pada akhirnya berdampak pada user experience dan usability.

    Semoga ini bisa memicu lebih dalam lagi tentang web 2.0

  7. zaki says:

    Ziippp abiizzzz, web 2.0 dibahas secara serius niy di Indonesia. Tp benarkah ada kontroversi di balik buzzword web2.0? Trus, bgmn dg konsep(?) web3.0 (AI on the web) yg katanya lebih dulu direncanakan? Dan sekedar masukkan Pak, mungkin mulai dari sekarang bisa dibuatkan timeline web2.0 di Indonesia, seperti timeline dlm skala internasional.

    Salam.
    nb: Selamat atas makin excellent-nya tampilan & teknologi Blog Virtual.

  8. Adi S says:

    Yup setuju (untuk saat ini) tergantung kelanjutannya apa yang menjadi pendapat anda tentang apa itu web 2.0

  9. Tuhu says:

    Hmmm penjelasan yang sangat gambalng, saya yang sangat awam sekarang jadi lebih melek teknologi hehehe.

  10. umat_gila says:

    nice to see u Dear… Btw, salam kenal untuk pak Nukman, and good Job baanget sekali pisan wuy buat mas Yodi, sampe2 blog dia belon diapa2in tuh :D ,
    cant select database..:P

    regards,
    umat+

  11. Andhika says:

    Wah menarik sekali Mas Nukman, pembahasan Web 2.0-nya .. saya ingin banyak sekali belajar mengenai Web 2.0 ini.

  12. -tikabanget- says:

    apa yang menggolongkan jadi web 2.0?
    interaksi dengan pembaca/customer.

    *he.. bener ndak tho..*

  13. bayu says:

    lha klo web 2.0 hub nya sama marketing tu apa sih sbenarnya pak?

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih atas apresiasinya, semoga kampanyenya sukses!

  • Andi Primaretha: - Betul Mas Wahyu, saya juga selalu menganggap internet sebagai Universitas...

  • hdtv mount: - sangat menarik. saya sangat terinspirasi oleh tulisan anda. Tampaknya kampanye...

  • wahyu awaludin: - menarik, mas.. memang kita harus memilah-milah data supaya gak pusing sendiri....

  • Tonton: - setuju bangeeet, memang harus segala macam teknik marketing, harus juara. terimakasih,...

  • andina: - thanks infonya mas Andi

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting