Agak kaget juga ketika pagi ini melihat beberapa domain .id yang punya populer ternyata habis masa berlakunya dan sang pemilik domain — entah kenapa — tidak memperpanjang domain tersebut. Yang saya lihat pagi ini setidaknya empat media besar: Republika.co.id, SCTV.co.id, Pikiran-Rakyat.co.id dan Mediaindo.co.id.
Di halaman utama semua domian yang saya sebut di atas, tertulis kalimat seperti ini:
Nama Domain ini telah habis masa berlakunya dikarenakan hal-hal berikut:
* Pemakai/pengelola nama domain ini mengetahui bahwa nama domainnya telah habis masa berlakunya tetapi memilih untuk tidak memperpanjang masa berlaku nama domain tersebut.
* Pemakai/pengelola nama domain ini tidak menerima email informasi mengenai habis masa berlakunya nama domain melalui alamat email yang terdaftar pada sistem registrasi. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak aktif/validnya alamat email tersebut.Bilamana nama domain ini masih ingin dipergunakan maka pihak pemakai/pengelola nama domain ini dapat melakukan proses perpanjangan agar nama domain dapat diaktifkan kembali.
Untuk informasi mengenai proses perpanjangan silahkan menghubungi pengelola domain anda atau dapat langsung menghubungi:
PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia)
Gedung Arthaloka, Lantai 11
Jalan Jenderal Sudirman Kav 2 Jakarta 10220Telepon +62215793151 (hunting), +6221 98290955
Fax +62 21 5296 0635
Email: info@pandi.or.id
website: www.pandi.or.id
Jika Anda pemilik domain .id, segera cek status domian Anda.
Wah.. wah.. padahal ngurusnya gampang kok. Hal ini bisa sebagai bukti bahwa domain .id masih dinomorduakan oleh pelaku bisnis di Indonesia. Atau sebagai bukti bahwa memperoleh domain .id itu tidak mudah, jadi sebagai pemilik brand merasa aman domainnya tidak akan dikuasai oleh orang lain
Respon yang diatas^^
Sya lebih setuju apabila dot id masih belum populer di Indonesia khususnya di orang awam banget. Menurut saya ngurus pendaftaran .id nggak susah banget *nggak sesuram yang pertama kali bayangkan*
Awalnya saya pede menggunakan domain .id tapi tiba-tiba ada celetuk teman: “kok pake dot id sih? khan yang keren dot com?”
Saya membayangkan dia berpikir bahwa domain dot com lebih mahal dan keren. Padahal nggak seperti itu dan kayaknya masih banyak yang berpikir seperti itu..
Saya jadi teringat pepatah.. “Apalah arti sebuah nama”, ternyata ini tidak berlaku di dunia online
.
Mudah-mudahan saat ini pengurusan domain TLD .id oleh PANDI lebih mudah dan sistemnya lebih kredibel dibandingkan dengan saat ditangani oleh register.net.id.
Sekitar bulan April 2007 sempat kecewa juga oleh register.net.id, ternyata domain pribadi dengan TLD .web.id yang telah terdaftar dan daku menerima email konfirmasinya tidak dapat diaktifkan. Juga domain perusahaan dengan TLD .net.id yang tidak kunjung terdaftar walau waktu pendaftarannya berbarengan, tidak ada kabar berita apakah dokumen kurang lengkap atau bagaimana, padahal memakan waktu sekitar 2 jam hanya untuk upload dokumen perusahaan yang kadang tidak diterima dan harus diulang.
Pernah ngobrol dengan teman yang ‘jualan’ domain & hosting, saat itu (April 2007) hingga satu bulan domain TLD .id yang ia harapkan belum aktif juga. Sementara untuk domain internasional (.com, .net dll.) hanya butuh maksimal 1 jam untuk aktif. Yah.. mudah-mudahan PANDI sekarang lebih bagus dan harga pendaftarannya lebih murah atau minimal sama dengan pendaftaran domain internasional.
… pendapat lain dengan menggunakan co.id berarti pendaftar harus menyertakan dokumen perusahaan, yang artinya pendaftar meninggalkan jejak yang bisa digunakan oleh negara untuk mengejar pajak. Yang jelas tidak semua pemain bisnis online siap untuk membayar pajak.
haha.. bajingloncat.co.id juga udah gak aktif lagi.
emang sengaja dimatiin, kita pakai yang bajingloncat.com aja.
Dulu bikin domain .co.id sih gak libet sebetulnya. Cuma registrasin kirim SIUPP dan TDP, langsung aktif. Gak pake bayar.
domain (bukan hosting) saja dibisnisin sama negara. payah…
haiii
ooo ini yang .id ya, btw waktu itu saya bikin yang .web.id di pandi mpe sekarang ga resolved2 T.T, kalo dicek dari web pandi si udah resolved, tapi ga bisa dibuka dimana- mana, adakah yang tau kenapa gerangan? udah bayar ni….
masih lebih gampang kalao memperpanjang domain dot com/net/org dan yang lainnya. nama domainnya apa nggak bisa disingkat saja tuh jadi dot id saja (.id) tanpa co web or dan sejenisnya?
resolve domain dot id cukup cepat kok, kemarin saya coba ubah dns langsung bisa resolved ke hosting baru.
Memang pada awal2 November yang lalu banyak domain .id tidak dapat diakses. Berita yang ditampilkan bahwa “domain tsb sudah expired dan pemilik domain tidak ingin memperpanjang domain”.
Domain2 tsb tidak expired, melainkan hanya kesalahan teknis. Bahkan terjadi juga pada beberapa domain saya. Semenjak Pandi mengambil alih pengurusan domain .id, sistem domain .id harus diperpanjang setiap tahun. Jadi kalau seluruh domain .id yang ter register tahun2 yang lalu, harus membayar biaya perpanjangan sebesar Rp.100,000 ke Pandi.
Oleh karena TLD country specific sifatnya tidak membatasi (boleh siapa saja menggunakannya) banyak entitas memilih domain yang lebih cocok dengan pribadi atau bisnisnya. Misal untuk TLD .TV untuk para pebisnis televisi meskipun sebenarnya country specific Tuvalu.
Kebetulan memang terlepas dari persoalan pengurusannya, .ID (dengan berbagai varian .CO.ID, .NET.ID dsb) tidaklah ‘seksi’ dan menjual. Andai saja TLD .ID berubah menjadi .INDO masih banyak tuh yang mau bikin macam SUPER.INDO, MEDIA.INDO, ANAK.INDO, SUCOF.INDO…
Nama besar nggak perpanjang .ID nya? Siapa pula berani mengambilnya? Saya tidak tahu bagaimana hukum di Indonesia, tapi sungguh saya tidak berani gegabah mendaftar PAYPAL.CO.ID, CLICKBANK.CO.ID, DISNEY.CO.ID meskipun belum pernah didaftarkan sebelumnya…
Bukannya nga berani, tetapi nga semudah itu untuk mendaftar .co.id. Pesyaratannya komplit dari TDP, NPWP, SIUP, KTP, dll. Domain yang ingin kita beli haruslah sama dengan nama PT yang sudah terdaftar. Apabila kita ingin membeli domain yang berbeda dengan nama PT, maka harus melampirkan surat keterangan daftar merek. Bahkan, tidak hanya itu. Dulu waktu saya menangani situs Oli TOP-1, ingin membeli domain top1.co.id tetapi ditolak oleh Depkominfo. Padahal di TDP terdaftar PT. TOPINDO.
Alasannya karena TOP-1 sudah digunakan oleh beberapa kalangan sebagai merek. contohnya Diskotik TOP-1, dll. Akhirnya principal di US mengirimkan surat daftar merek bahwa TOP-1 adalah milik mereka. Baru Depkominfo melepaskan domain itu buat Oli Top-1.