<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Free Economy, Ekonomi Memperebutkan Perhatian</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: muntaha</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/comment-page-1/#comment-86872</link>
		<dc:creator>muntaha</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 06:45:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1257#comment-86872</guid>
		<description>ada batasan2 tertentu sebuah informasi itu di share secara free dan harus berbayar. masalahnya batasan itu sekarang mulai bergeser..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada batasan2 tertentu sebuah informasi itu di share secara free dan harus berbayar. masalahnya batasan itu sekarang mulai bergeser..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kakday</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/comment-page-1/#comment-86830</link>
		<dc:creator>kakday</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 07:57:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1257#comment-86830</guid>
		<description>hmmm... 70-30 
yang free pasti memperoleh perhatian yg besar, 
ide harganya pasti turun, setuju kalo kita tidak berinovasi

regards..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm&#8230; 70-30<br />
yang free pasti memperoleh perhatian yg besar,<br />
ide harganya pasti turun, setuju kalo kita tidak berinovasi</p>
<p>regards..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: taryono putranto</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/comment-page-1/#comment-86818</link>
		<dc:creator>taryono putranto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 06:03:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1257#comment-86818</guid>
		<description>Kata : Konten is King, maka sekarang king is free. kecuali Barang/real goods.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kata : Konten is King, maka sekarang king is free. kecuali Barang/real goods.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Titian</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/comment-page-1/#comment-86816</link>
		<dc:creator>Titian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 02:46:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1257#comment-86816</guid>
		<description>Quote &quot;Salah satu argumen Chris Anderson adalah bahwa segala sesuatu yang Ã¢â‚¬Å“terbuat dari ideÃ¢â‚¬Â harganya akan terus turun.&quot;

Bagaimana dengan kekayaan intelektual?

Apakah nanti akhirnya tidak ada lagi paten?, semua bisa membajak / meniru?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Quote &#8220;Salah satu argumen Chris Anderson adalah bahwa segala sesuatu yang Ã¢â‚¬Å“terbuat dari ideÃ¢â‚¬Â harganya akan terus turun.&#8221;</p>
<p>Bagaimana dengan kekayaan intelektual?</p>
<p>Apakah nanti akhirnya tidak ada lagi paten?, semua bisa membajak / meniru?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hendro - Namatop</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/comment-page-1/#comment-86803</link>
		<dc:creator>Hendro - Namatop</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 06:27:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1257#comment-86803</guid>
		<description>Sebenarnya tidak ada yang baru dalam fenomena ini. Dari dulu kita juga mendengarkan &quot;content&quot; dari radio dan melihat &quot;content&quot; dari tv dengan gratis. Banyak juga majalah dan koran yang dibagikan dengan gratis. Mereka semua hidup dari iklan, yang  memang berkepentingan mendapatkan perhatian konsumen. 

Masalahnya di kita, orang yang mau membayar perhatian konsumen online itu masih sedikit. Para pengiklan masih asyik beriklan di dunia offline. Kalau di Inggris dan AS tahun lalu ad spending online sudah mengalahkan ad spending di print media, di Indonesia mungkin masih harus menunggu bertahun-tahun sampai iklan online bisa menghidupi kebanyakan penyedia konten gratis itu. 

Saat ini, hanya pemain besarlah yang bisa hidup dengan konten gratis karena kemampuan mereka menarik pengiklan secara langsung. Penyedia konten gratis kecil-kecilan dengan pageviews hanya ribuan per bulan belum bisa hidup.

Komunitas penyedia konten gratis akan tumbuh pesat bila long tail publisher itu ketemu dengan long tail advertiser. Agregatornya yang besar adalah Google. Saat ini Google belum menyediakan adsense for content untuk situs berbahasa Indonesia. Kalaupun dipaksakan, perklik dan CTR-nya rendah sekali karena kompetisi utk keyword bidding rendah dan relevansi rendah. Ujung-ujungnya, kebanyakan publisher kecil hanyalah menjadikan situs/blognya sebagai hobi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya tidak ada yang baru dalam fenomena ini. Dari dulu kita juga mendengarkan &#8220;content&#8221; dari radio dan melihat &#8220;content&#8221; dari tv dengan gratis. Banyak juga majalah dan koran yang dibagikan dengan gratis. Mereka semua hidup dari iklan, yang  memang berkepentingan mendapatkan perhatian konsumen. </p>
<p>Masalahnya di kita, orang yang mau membayar perhatian konsumen online itu masih sedikit. Para pengiklan masih asyik beriklan di dunia offline. Kalau di Inggris dan AS tahun lalu ad spending online sudah mengalahkan ad spending di print media, di Indonesia mungkin masih harus menunggu bertahun-tahun sampai iklan online bisa menghidupi kebanyakan penyedia konten gratis itu. </p>
<p>Saat ini, hanya pemain besarlah yang bisa hidup dengan konten gratis karena kemampuan mereka menarik pengiklan secara langsung. Penyedia konten gratis kecil-kecilan dengan pageviews hanya ribuan per bulan belum bisa hidup.</p>
<p>Komunitas penyedia konten gratis akan tumbuh pesat bila long tail publisher itu ketemu dengan long tail advertiser. Agregatornya yang besar adalah Google. Saat ini Google belum menyediakan adsense for content untuk situs berbahasa Indonesia. Kalaupun dipaksakan, perklik dan CTR-nya rendah sekali karena kompetisi utk keyword bidding rendah dan relevansi rendah. Ujung-ujungnya, kebanyakan publisher kecil hanyalah menjadikan situs/blognya sebagai hobi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: janu</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/comment-page-1/#comment-86801</link>
		<dc:creator>janu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 00:11:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1257#comment-86801</guid>
		<description>wah, asyik donk kalo semuanya free</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, asyik donk kalo semuanya free</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ndoro kakung</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/comment-page-1/#comment-86800</link>
		<dc:creator>ndoro kakung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 17:02:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1257#comment-86800</guid>
		<description>tantangannya adalah bagaimana membuat yang gratis itu tetap mampu mendatangkan pendapatan bagi si penyedia layanan. bagaimana misalnya penyedia layanan mendapatkan uang agar mampu terus berproduksi? katakanlah dari mana penyedia content memperoleh dana untuk membayar server?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tantangannya adalah bagaimana membuat yang gratis itu tetap mampu mendatangkan pendapatan bagi si penyedia layanan. bagaimana misalnya penyedia layanan mendapatkan uang agar mampu terus berproduksi? katakanlah dari mana penyedia content memperoleh dana untuk membayar server?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wiwit</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/comment-page-1/#comment-86799</link>
		<dc:creator>wiwit</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 13:34:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1257#comment-86799</guid>
		<description>sudah seharusnya FREE , karena persaingan media - media dengan target readers yg spesifik begitu , kalau nggak ya pasti gulung tikar he he he</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sudah seharusnya FREE , karena persaingan media &#8211; media dengan target readers yg spesifik begitu , kalau nggak ya pasti gulung tikar he he he</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arham</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/dotcom/free-economy-ekonomi-memperebutkan-perhatian/comment-page-1/#comment-86798</link>
		<dc:creator>Arham</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 12:07:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.virtual.co.id/blog/?p=1257#comment-86798</guid>
		<description>kalo bisa tolong ditambahkan link downloadnya...  artikel &#039;free&#039; sudah pernah dibahas navinot sekitar 2 minggu lalu. Namun tetap sama hanya sebatas US reader saja... tidak nyaman kalau harus berganti2 IP
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo bisa tolong ditambahkan link downloadnya&#8230;  artikel &#8216;free&#8217; sudah pernah dibahas navinot sekitar 2 minggu lalu. Namun tetap sama hanya sebatas US reader saja&#8230; tidak nyaman kalau harus berganti2 IP</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

