Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Dagdigdug.com: Ngeblog Bukan Tren Sesa(@)t

April 14, 2008
Oleh Nukman Luthfie

Kalau ada yang bilang bahwa “Blog itu tren sesaat”, maka Dagdigdug.com — jasa blog baru yang 100% buatan lokal — justru ditegakkan dengan moto “Ngeblog Bukan Tren Sesa(@)t”. Itulah tema yang disusung pada peluncuran Dagdigdug.com hari ini di Time Break Cafe, Plasa Semanggi, Jakarta. Kalau kurang teliti membaca, bisa kesleo “Ngeblog Bukan Tren Sesat”.

Cerdas.

Tema ini tepat untuk menjawab tudingan bahwa blog — seperti halnya teknologi lain — hanyalah tren sesaat. Fakta menunjukkan, aktivitas ngeblog sudah dimulai di negeri ini sejak awal 2000, kini malah makin populer. Bukannya meredup, malah kian gemerlap. Sudah 250 ribu lebih blog dibuat di Indonesia. Bahkan kini virus blog juga mulai menjalar ke korporasi. Jadi, setidaknya, hingga kini terbukti blog bukan tren sesaat. Apalagi jika Dagdigdug.com juga bekerja keras mengkampanyekan blog.

blog sesaatTema ini juga sekaligus menepis tuduhan “blog itu jalan yang sesat bagi mereka yang bertindak negatif”. Sejauh penilaian saya yang subjektif ini, 1.000 lebih blog di Dagdigdug saat ini (ya.. selama masa ujicoba sudah ada blog sebanyak itu) berisi tulisan-tulisan menarik, bagus-bagus, positif, dan memiliki nilai tambah. Moga-moga bisa bertahan bagus dan lebih bagus lagi. Apalagi Dagdigdug.com dijaga oleh banyak blogger, termasuk paman Tyo, Enda Nasution, Wicaksono nDroroKakung, yang siap mendepak content-content yang mengandung unsur kekerasan dan pornografi serta content yang kurang etis (misalnya nyolong content dari blog lain).

Kehadiran Dagdigdug.com ini saya anggap penting, paling tidak dilihat dari dua sisi.

Pertama, menghemat bandwidth internasional.

Selama ini tempat favorit ngeblog adalah di Blogspot dan WordPress. Semuanya di luar negeri. Artinya, setiap kali pengeblog ingin memposting hal baru, dia harus akses Internet ke luar negeri. Demikian pula, pengunjung blog harus mengaksesnya ke luar negeri. Mereka memang tidak merasa mengakses ke luar negeri karena yang mereka tahu adalah dial ke ISP (Internet Service Provider) lokal dengan biaya lokal. Namun sesungguhnya, setiap kali kita mengakses situs-situs di luar negeri, ISP harus membayar biaya bandwidth ke luar negeri dalam mata uang asing (USD). Padahal, jika content –termasuk blog– tersebut ada di server lokal di Indonesia, tidak ada akses ke luar negeri, sehingga biaya bandwidth ke luar nol. Makin banyak content lokal, makin iritlah biaya bandwith ke luar negeri.

Kedua, Dagdigdug.com memperkaya content lokal.

Kita semua paham, bahwa pornografi adalah content yang paling banyak diminati di Internet. Saya termasuk yang berpandangan, bahwa semakin banyak content yang bermutu, semakin kecil pula minat (waktu) orang untuk mencari content pornografi. Dengan menyediakan fasilitas ngeblog bagi siapapun dengan biaya nol alias gratis, Dagdigdug.com membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin membangun content dengan blog. Hal ini otomatis juga melahirkan content-content baru dari pengeblog baru. Saya berharap, ratusan ribu blog bisa dilahirkan oleh Dagdigdug.com.

Jadi, saya menyambut positif kelahiran Dagdigdug.com.

Semoga sukses.

Note:

Foto diambil dari Jalansutera Dagdigdug.

32 Responses to “Dagdigdug.com: Ngeblog Bukan Tren Sesa(@)t”

  1. masowen says:

    Maju terus Indonesia

  2. Paman Tyo says:

    suwun pak nukman!

  3. Anang says:

    asal jgan jd sarang spam kumen aja. hiks. antispamnya dong

  4. w950i says:

    huhu, emang keren dagdigdug,
    secara aLe nge bLog disana pake HaPe lancar abis..

  5. iLm@N says:

    pak nukman, tampaknya link ke blognya ndoro kakung itu salah pak.. bukan pecasndahe.com, tapi ndorokakung.com kan ya?

    NL:
    Ya, saya salah ngelink. Sudah saya perbaiki. Habis, brand pecasndahe sama kuatnya dengan ndorokakung, jadi suka keliru. Terima kasih Ilman

  6. denny says:

    wah keren juga situsnya.
    sms blog blum ready tapi, di tunggu ya :D

  7. baratayudha says:

    matur nuwun dukungannya om nukman

  8. Okto Silaban says:

    Mantap.. Kirain DagDigDug udah dilaunching dari dulu, ternyata baru sekarang di launching.

    Btw, head to head nih sama BlogDetik.com?

    Saya cuma mengkhawatirkan satu hal, karena “sistem” yang dipakai keduanya tetaplah bikinan komunitas WordPress (bukan buatan sendiri), jangan sampai nanti selalu ketinggalan fitur dari wordpress.com.

    Sukses buat DagDigDug..

    *selanjutnya bakal banyak layanan Aggregator nih kayaknya :D

  9. [...] di Yahoo!. Dia tahu dagdigdug dari blog favoritnya, yang dikomandani oleh Nukman Luthfie, yaitu Virtual. Dari sanalah selancar berlanjut ke [...]

  10. weedee says:

    Selamat kepada DagDigDug walau bagaimanapun anda membantu pengurangan bandwidth ke luar negri, membantu orang yang pengen ngeblog dengan mudah, walupun masih menggunakan engine wordpress, tapi itu nggak masalah, yang penting ada dulu.

    Mungkin suatu saat, programmer kita mau membantu untuk membuatkan engine blog buat DagDigDug, yang mudah dan simpel dan aman. Semoga ada yang tertatik.

  11. [...] untuk mencari info terbaru seputar bisnis, internet marketing, dan blog. Nah, tadi saya menemukan berita tentang peluncuran DadDigDug.com, sebuah penyedia jasa blog [...]

  12. maju terus Indonesia ! mari sama2 kita ramaikan content dan infrastruktur lokal

  13. ndoro kakung says:

    ulasan om nulie emang oye :D

  14. Selamat datang dagdigdug.com…. semoga memberi manfaat bagi sebanyak-banyak manusia

  15. Selamat atas peluncuran dagdigdug.com .

  16. iqranegara says:

    Who Is dagdigdug.com
    IP Address: 202.158.49.203
    IP Location: Indonesia

    sukses buat dagdigdug.com. btw pemasukannya dari mana ya?

  17. kw says:

    pak nukman, di tunggu postingan yang membahas “konten bermutu” ya
    buat dagdigdug, selamat dan semoga sukses…

  18. coretan gue says:

    hi, salam kenal

    satu terobosan baru buat memajukan anak negeri, maju terus anak bangsa

  19. Witono says:

    Dagdigdug ini punya siapa pak? apakah komunitas? Trus yg menggawangi kok bisa para dedengkot? Bagaimana dg pak nukman sendiri, apakah dagdigdug bisa menarik anda ngeblog disana? Adakah nilai tambah/inovasi selain bahwa dagdigdug di-host di dalam negeri (yg menurut saya sbg hal biasa saja)

  20. Dagdigdug.com punya mas Didi Nugrahadi (mantan pendiri Detikcom), serta beberapa rekannya. Info lengkapnya bisa dibaca di Tentang Dagdigdug.

    Apakah Dagdigdug bisa menarik saya ngeblog? Sampai hari ini, tidak :) . Saya sudah cukup punya dua blog. Yang ini, plus satu lagi di Sudutpandang.com.

    Misi Dagdigdug adalah membuat sejuta blogger. Kalau sekarang baru ada 250.000-an, berarti masih ada target 750.000-an. Bisa mendapat setengahnya saja sudah bagus. Jadi saya kira, target pasar Dagdigdug.com bukan orang seperti saya, yang lebih suka ngeblog di domain sendiri. Target utama mereka, dugaan saya, adalah pengeblog baru. Target sekundernya adalah pengeblog lama yang ingin rumah baru, bukan di blogspot atau wordpress.

    Apa nilai plus mereka selain hosting lokal?
    Pertama, mobile blogging.
    Kedua, mereka akan membangun komunitas Dagdigdug.

  21. andika dj says:

    waaahhhh… sip… sip….

  22. oRiDo says:

    udh coba dagdigdug..
    cuma gak bisa import semua postingan aku yg udh lumayan banyak di wordpress…
    terbatas nih import nya..

  23. blom buka dagdigdug ni…

    enginenya?

    kayaknya kalo bisa ikut submit blog yang make domain lain asik tuh :D

  24. xero says:

    saya udah 3th lebih ngeblog, mulai dari gratisan sampe beli domain sendiri, jadi salah banget bilang ngeblog hanya trend sesaat, yg ngomong tuh ga tau apa2!.

    selamat buat dagdigdug!

  25. [...] saya tahu soal DagDigDug dari majalah Femina, terus baca postingan Pak Nukman. Gak nyangka juga Indonesia akhirnya bisa punya ‘Blogspot’ sendiri (biarpun software [...]

  26. [...] Kedua, khususnya bagi website lokal yang letak servernya adalah di Indonesia, hal ini akan menghemat biaya pembayaran bandwidth kita ke luar negeri. Namun sesungguhnya, setiap kali kita mengakses situs-situs di luar negeri, ISP harus membayar biaya bandwidth ke luar negeri dalam mata uang asing (USD). Padahal, jika content –termasuk blog– tersebut ada di server lokal di Indonesia, tidak ada akses ke luar negeri, sehingga biaya bandwidth ke luar nol. Makin banyak content lokal, makin iritlah biaya bandwith ke luar negeri. Pak Nukman Luthfie – Dagdigdug.com: Ngeblog Bukan Tren Sesa(@)t [...]

  27. didik says:

    Terimakasih pak nukman yang telah memberi pencerahan kepada semua orang.

  28. Rifai says:

    tagline “Blog itu tren sesaat” mengingatkan saya pada seseorang yang sangat ahli dan pakar dehh….hehehehe :)

  29. Rifai says:

    kalo yang suka pake wordpress sebagai engine weblog-nya pasti ngga akan bingung pas join di dagdigdug, karena dagdiggud juga sepertinya menggunakan wordpress-multiuser (CMIIW)..

    Selamat menjajal yaa…

  30. Mohon review situs saya Pak Nukman, http://www.jurnalismewarga.com terima kasih banyak.

    Salam hangat,
    AK

  31. tamasolusi says:

    Nice Post..salam kenal…

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Kurnia Septa: - wah, selamat ya

  • mirza: - Saya dulu pernah magang di Virtual. Selamat ulang tahun ke-9! Mudah2an...

  • Zulfikar Akbar: - Tulisan yang cukup menarik. Memang soal mendirikan komunitas itu lebih karena...

  • samehadaku: - klo untuk “Direct Connect from Google Search” bagaimana caranya mas?

  • hendra andiarto: - Met Millad untuk Virtual Consulting. semoga tetap mewarnai dunia marketing...

  • sony set: - sugeng tanggap warsa…tetap semangat mbak Iim, Mas Nukman…tetap mewarnai...

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting