Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Big Data = Big Opportunity ?

May 10, 2012
Oleh Andi Primaretha

Saya masih ingat betul ketika masih jadi mahasiswa S2 di LSPR, kami diwajibkan untuk mengikuti dua ujian international. Dua ujian tersebut adalah Strategic Issue Management dari Edith Cowan University, Australia dan Managing Information dari Cambridge University, UK. Syukur untuk matakul Strategic Issue Management saya bisa melewatinya dengan baik namun untuk Managing Information saya gagal. Bukan hanya kesal, tetapi juga kecewa karena sudah membayar uang sejumlah Poundsterling dan bersusah payah mengerjakan tapi masih juga tidak mampu lulus.

Walau tidak lulus, dalam proses pembelajaran mata kuliah tersebut saya begitu menikmati karena saya yakin bahwa mereka yang mampu mengelola informasi dengan baik akan mampu menguasai kompetisi bisnis di era informasi. Akhirnya, keyakinan saya terjawab oleh perkembangan yang terjadi seperti sekarang. Web yang menjadi semakin social dan mobile, kini telah mendorong jutaan orang di dunia untuk memproduksi konten atau data setiap harinya. Coba bayangkan berapa banyak jumlah status update di Facebook, tweet di Twitter, video di YouTube, foto di Instagram yang tercipta setiap harinya? Data sudah begitu berserakan di internet dan akan semakin banyak lagi jumlahnya dalam beberapa tahun kedepan. Majalah Popular Science pernah mengangkat isu tentang Big Data ini pada edisi November 2011 dengan tajuk “Data is Power”. Disitu Popular Science menyebutkan bahwa pada tahun 2011 saja, jumlah data yang ada di internet mencapai 1,8 Zettabyte atau setara dengan 1,8 trillion Gigabyte. Sebuah jumlah yang tentu akan lebih tinggi pada tahun ini dan tahun-tahun ke depan.

Lebih lanjut lagi sebelumnya majalah New Scientist pernah menangkap isu yang serupa. Pada Juli 2010, dengan tajuk “The Greatest Experiment Begins”, majalah tersebut menganggap bahwa revolusi teknologi media seperti internet / social media telah memampukan para ilmuwan sosial untuk menciptakan sebuah eksperimen besar dengan menggunakan data yang tersedia begitu banyak di internet. Untuk itu kita tidak perlu heran bila Facebook berani membeli Instagram dengan angka 1 milyar Dollar. Hal yang dicari Facebook bukan jumlah pengguna Instagram yang masih cenderung kecil dibandingkan Facebook, tetapi yang dicari adalah data. Karena dengan data, Facebook bisa lebih memahami insight dari pengguna, yang pada akhirnya akan sangat berguna bagi bisnis Facebook Advertising.

Kita sudah paham bahwa sekarang The Era of Big Data. Tapi apa itu sebenarnya yang disebut Big Data? Apakah semua data yang memiliki ukuran sangat besar pantas disebut dengan Big Data? Jawabanya tentu tidak. Big Data bukan sekedar data berukuran besar tetapi memiliki 3 karakteristik sebagai berikut:

1. Volume
Seperti yang sudah saya terangkan bahwa begitu banyak jutaan orang memproduksi konten / data tiap harinya telah menghasilkan begitu besar volume data yang tersimpan secara format digital di internet.

2. Velocity
Volume data yang banyak tersebut bertambah dengan kecepatan yang begitu cepat sehingga sulit bagi kita untuk mengelola hal tersebut.

3. Variety
Data yang begitu banyak dan cepat tersebut memiliki jenis yang bermacam-macam. Ada teks, gambar, video, foto, animasi, dan lebih banyak lagi jenis data yang lain.

Jadi karakteristik dari Big Data ada dalam 3 hal tersebut. Implikasinya pada bisnis saat ini adalah begitu banyaknya vendor yang menawarkan jasa intelligence untuk memonitor, mengelola dan menyimpan Big Data tersebut untuk akhirnya bisa digunakan dalam mendukung sebuah keputusan bisnis yang strategis.

Kemudian bagaimana dengan kita? Apa yang bisa kita manfaatkan dari si Big Data untuk mendukung karir atau bisnis kita menjadi lebih baik secara personal? Apa yang bisa kita lakukan agar kita tidak tersesat di rimbun data / informasi yang datang setiap harinya? Bagaimana kita bisa menyaring noise atau data-data yang tidak relevan masuk ke dalam kehidupan kita? Jawabanya adalah dengan kepintaran kita dalam menggunakan teknologi. Kita harus bisa memanfaatkan teknologi yang kita punya bukan untuk menjadi tenggelam di dalam lautan informasi tetapi juga harus membuat kita menjadi fokus.

Ini juga ada hubunganya dengan tantangan tenaga kerja kita di masa depan. Seperti kita tahu bahwa dengan adanya era informasi ini kita dituntut berubah dari seorang Traditional Worker menjadi Knowledge Worker. Menjadi Knowledge worker berarti kita dituntut harus lebih cerdas dalam memanfaatkan data, informasi, atau knowledge untuk mendukung pekerjaan kita. Nah, sekarang masalahnya adalah data sudah begitu banyak dan kita terkadang justru dibuat bingung dibuatnya dibanding memanfaatkanya. Untuk itu, tren kedepan untuk menjawab tantangan dari hal tersebut adalah muncul istilah Conceptual Innovator. Mereka adalah para Knowledge Worker yang mampu menyaring informasi begitu banyak, memanfaatkanya dan menghimpunya menjadi sebuah konsep yang mampu dipahami oleh banyak orang. Jadi tugas Conceptual Innovator adalah menciptakan konsep dari informasi atau knowledge yang begitu banyak. Tugas yang jelas tidak mudah tetapi sangat memungkinkan apabila kita cerdas menggunakan teknologi informasi untuk membantu kita.

12 Responses to “Big Data = Big Opportunity ?”

  1. wahyu awaludin says:

    menarik, mas..
    memang kita harus memilah-milah data supaya gak pusing sendiri. Tapi secara pribadi saya seneng banget dengan data yang berlimpah gini. Pikiran jadi terbuka dan biaya belajar bisa gratis..
    :)

  2. Andi Primaretha says:

    Betul Mas Wahyu, saya juga selalu menganggap internet sebagai Universitas kedua saya :D

  3. motorselow says:

    gimana ya nasib para pekerja pengolah koran kalo trend informasi sudh di borong internet semua.

  4. riolagoa.com says:

    internet gitu loch…. :D

  5. indra says:

    mas Wahyu…. smua perlu ketekunan…dan keseriusan mas udah brasil to… thx ud bagi2 ditunggu guide lain untuk mencetak pemuda indonesia jujur hahaha salam

  6. ulasan yang menarik..

    data + informasi + knowlaedge..
    setuju banget jadi kolaborasi yang mantap.. :D

  7. Big Data says:

    Big data butuh kecepatan koneksi internet yang baik juga, jika tidak maka pastinya tidak akan optimal dan tidak akan sehat untuk emosi para pengguna.

  8. Memang akan selalu ada opportunity yang timbul, tapi proses menuju kesana terutama karena Big Data membutuhkan infrastruktur, jadi saya rasa peluang yang muncul justru dari sisi bagaimana infrastruktur ini yang justru jadi peluang. Karena seperti sekarang, konektivitas kita cukup terganggu dengan kapasitas pita data yang terbatas.

  9. Andre B says:

    Conceptual Innovator saya kira bukan seorang specialis karena dia harus memeiliki pengetahuan holistik untuk memadukan berbagai data menjadi sajian yang menarik. Thx atas infonya.

  10. DenimBag says:

    Big data, ada begitu banyak informasi yang menuntut kebijaksanaan pengguna nya, sukses selalu untuk virtual

  11. data-foto says:

    data yang begitu banyak di dunia maya memang sangat bermanfaat, fokus pada bidang yang dikerjakan adalah yang terbaik, sehingga data yang melimpah di dunia maya tidak membuat kita bias
    Sukses Pak Andi

  12. sapto says:

    Setuju bang, emang mesti banyak. Klo gak, ibaratnya sedikit mana ada yang nyari dibandingkan yang banyak.

Leave a Reply




nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
Gita Pramestyani @pramestyani
Sr Commerce Strategist
tweet it
adhitiasofyan @purnayuda
Sr Campaign Strategist
tweet it
Jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it
Anggie Harygustia @mister_anggie
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Sita: - Hallo mas Andi, mas Andi punya referensi jurnal tentang gamification? Kalo ada tolong di...

  • surdat: - mas andi, info lebih mendalam lagi dong ttg ketiga tahapan ini. kalau dikaitkan dengan...

  • wayan: - Makasih Mas Andi, informasinya memberi pencerahan banget bagi saya. Saya tunggu...

  • Joko Susilo: - Hmm.. saya pikir ada benarnya juga. Nice share ya :)

  • Santi: - ::Social TV:: di era sosial-media sekarang, hampir semua orang bisa memiliki...

  • MdarulM: - Owh jadi begitu…akhirny a baru bisa mantuk-mantuk memahaminya *Nice Artikel*

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting