Ya, itulah tema yang saya sampaikan di hadapan 200-an mahasiswaSekolah Tinggi Ilmu Komunikasi The London School of Public Relations (LSPR) di Jakarta kemarin Senin, 12 Januari 2008, dalam seminar bertajuk “Reinvent PR in Creative Action”. Mengapa tema itu yang saya bawakan? Sederhana: karena LSPR adalah salah satu lembaga pendidikan di negeri ini yang banyak melahirkan profesional dan praktisi di bidang kehumasan. Sejauh yang saya amati, profesional PR lebih lamban mengadaptasi perubahan konsumen di era digital, terutama yang didorong maraknya Web 2.0, dibanding rekan-rekannya di bidang marketing.
Para marketer Indonesia, sejauh pengamatan saya, terlihat lebih agresif dalam memanfaatkan medium online dengan berbagai strategi online marketingnya, termasuk penempatan banner di online media, email marketing, paid search, serta mencoba memanfaatkan social media. Sebaliknya, para praktisi PR di Indonesia masih berkutat di Public Relations 1.0 — sebuah strategi PR yang menempatkan middle man, yakni para jurnalis, sebagai penyampai pesan.
Yang dilakukan para praktisi PR 1.0 dalam kaitannya dengan media adalah membangun media relation, menjalin hubungan yang amat baik dengan media mainstream, agar pesan-pesan mereka bisa tersampaikan ke publik melalui media. Di era PR 1.0, pekerjaan seorang PR relatif mudah, mengingat jumlah media di Indonesia tidak banyak.
Kini era sudah berubah. Penyampai pesan bukan lagi hanya media mainstream, baik teve, cetak, radio maupun online. Semenjak blog mudah dibuat, forum online bertebaran dan social media bertumbuhan, setiap pengguna Internet bisa menjadi penyampai pesan. Mereka yang biasanya hanya menonton teve, membacakkoran/majalah, medengarkan radio, browsing di Internet, kini juga bisa membuat blog, membuat akun di Facebook atau Friendster, dan menuliskan pesan apa saja yang mereka sukai atau maui. Jika mereka tidak suka dengan pengalamannya mengonsumsi sebuah produk, mereka dengan mudah menulisnya di blog, di Facebook, dan menyebarkannya di forum atau milis. Mereka tidak perlu bersusah payah mengirim surat pembaca ke media cetak yang entah kapan dimuatnya. Demikian juga, jika mereka senang dengan sebuah produk, mereka tak akan segan-segan menulisnya di Internet.
Dengan fenomena itu, praktisi PR masa kini harus menghadapi publisher baru. Mereka adalah para blogger, para facebookers, para friensdters, para plukers serta pemilik akun di Web 2.0 lainnya. Mereka adalah para konsumen.
Jadi, PR 2.0 bukan lagi sekadar mengelola jurnalis, tetapi juga mengelola konsumen yang mampu menjadi publisher di dunia maya. Posisi konsumen kini sudah naik pangkat. Mereka tidak lagi sekadar konsumen, tapi juga publisher dan influencer. Jelas, PR 2.0 jauh lebih rumit dan menantang dibanding PR 1.0.
Itu sebabnya, di hadapan calon-calon praktisi PR di LSPR itu saya menekankan bahwa seorang PR tidak cukup hanya berbekal ilmu kuliah yang sampai hari ini masih saja hanya mengajarkan PR 1.0, tetapi juga harus melengkapi diri dengan pemahaman terhadap online user behavior.
Selamat datang di era Public Relations 2.0
wedeeeeeeeeee……….
singkat padat dan mudah di mengerti
btw,…baru ngehh…blognya cakep om…
hmmm…ajarin dong
hehhehe
bakal ada mata kuliah baru nih Public Relations 2.0
setuju sekali pak Nukman!
Saya kira materi presentasi pak Nukman juga akan relevan dalam dunia diplomasi Indonesia. Saya sangat menyarankan bagi para diplomat untuk mengundang Pak Nukman memberikan opininya mengenai PR 2.0 dalam pencitraan Indonesia di luar negeri. Jaya terus Indonesia!
Salam super!
*
*Mario Teguh
betul sekali Pak, teknologi Web 2.0 telah merubah segalanya termasuk dalam hal PR. Ini juga yang disampaikan Pak Hermawan Kertajaya dalam new wave marketing. Terima kasih atas pencerahannya…
Baru saja saya juga mengulas tema yang agak mirip, tentang web 2.0 dan horizontal connection, yang bisa dibaca DISINi.
PR 2.0 merupakan terobosan baru
agar PR lebih efisien dan efektif
permasalahannya apakah memang PR 2.0 yang memanfaatkan ICT
sdm nya sudah siap ?
Thank you banget pak materi PR 2.0 nya….pencerahan buat anak2 jurusan PR dan juga Marketing di LSPR. It’s time for PR and Marketing students to rock!
Thank you pak, such a refreshment for my students here in LSPR.
Setuju, Pak…sekarang PR juga harus aktif di dunia maya karena bisa langsung berhubungan dengan customer, baik yang merasa puas maupun kecewa.
PR 2.0 makin bikin deket ma org2 buat segalanya. Smakin deket makin kenal, smakin kenal makin cinta…so PR 2.0=Cinta! gubraaak dech…heheh
gimana caranya memPRkan media online
serasa sedang membaca new wave marketingnya hermawan kertajaya.
Dulu waktu aye kuliah
belum ada yang begituan.
hem…kemajuan memang begitu pesat
salam
Yon’s
3 kata… socia media optimization…
Nice article, Sir…
Betul sekali PR 2.0 telah tiba dan sudah saatnya kita untuk turut menjadi bagian darinya.
Senang bisa membaca artikel yang menarik ini dari pak. Nukman, berikut saya ada sedikit ulasan dari ide saya mengenai PR 2.0, bagaimana menurut pak Nukman ?
http://www.citywebindo.com/wordpress/?p=260
mantabbb pak…
pak nukman emang selalu selangkah lebih maju
Saya sebenarnya bukan orang humas apalagi PR, saya malah kurang mengerti ttg PR ini. Tapi dari penjelasan diatas kalau PR ini sudah merambah dunia online.
Saya punya opini tersendiri di blog saya. Nampaknya, perusahaan mulai berfikir untuk mengeksploitasi pengguna internet dgn bekal web 2.0. Marketing makin ‘murah’ tapi konsumen makin sulit membuat pilihan. PR yg mengelola konsumen dlm skala massal nampaknya jg terlalu banyak tantangannya. Nampaknya, opini suka-benci konsumenpun pada akhirnya akan berujung pada angka statistik saja bagi perusahaan. Sekedar opini saja sih…
mungkin ngak Om, bakal ada matakuliah SEO , PR by Google , dan segala ilmu baru yang sampai saat ini hanya ‘diakui’ oleh para internet marketer saja ?…
oia, Pak mau nanya acara kumpul kumpul ,TDA kapan yah ? mau ikut
Bagus juga programnya….
Cakep cakep!!
Sukses adalah saat persiapan & kesempatan saling bertemu.
So, prepare yourself for PR 2.0 world!!
Now, PR already reach online world.
((^___^))
Anda terlalu banyak teori. Coba saya mau tau web anda yang berhasil dan punya profit, ngemeng memang enak, om..
Wah coba saya waaktu itu ikut hadir ya,…
Ikut nimbrung Pak Nukman. Saya yakin mahasiswa LSPR sudah terbiasa main-main Web 2.0. Harusnya ngga sulit ya mereka mengadopsi PR 2.0. Sukses Pak ..
Pak Nukman..saya numpang nyebarin angket skripsi boleh ya..di sini saya ingin meminta bantuan rekan-rekan untuk bersedia menjadi responden skripsi saya. Silahkan kunjungi http://www.pusatdata.web.id/digitalkuesioner/kartika.php
Atas kesediaan rekan-rekan sekalian saya ucapkan terima kasih
nb: Pak Nukman kalo bisa ikut ngisi juga ya
pak nukman, saya lihat PR mah cuma jawab kalo ada misalnya kerusakan produk aja, itu juga kalo dah masuk surat kabar, surat pembaca gituh…
mudah mudahan makin efektih dengan pr 2.0
Online user behavior. Hmm interesting, Pak Nukman. You give me inspiration something new today!
great post!
wah,bagus tuh.
jd nambah ilmu baru n bisa jd bahan buat paper marketing saya.hehehe
sempat kecewa tidak pernah mendengar akan diadakanny workshop ini dkampus saya LSPR (the London School of Public Relations – Jakarta), padahal saya merupakan bagiannya… ;(
topik ini merupakan pembahasan yang menarik dan memberikan pencerahan bagi dunia profesi PR yang lebih modern dan actual..
walaupun tidak berkesempatan untuk mengikuti workshop ini, syukur saya pernah menerima sedikit materi dan contoh-contoh kasusnya saat menerima kuliah IT FOR PR..
*ide baru untuk thesis saya… heee
saya baru d dunia Pr..tp saya mw blajar untk maju.ad yg mau ngajarin?hehehe..please…toloong..ajarin dunk.krm k email y…
oh y…kesalahan2 d lapangan tu ngatasinnya gmn?
thanks ya Mas Nukman sudah hadir di LSPR. saya gak dateng tapi dapet posternya hehehhe.
sebagai alumni LSPR, seneng banget adik-adik saya di LSPR diberi lebih banyak “guyuran” ilmu. bahan ajaran kuliah kita (jaman saya, 2004) memang gak pernah “cukup”, karena kita selalu pengen tau terus, apa sih yang bisa dilakukan PR, selain image dan image…..
makanya kita selalu mencari “sosok gaib” (kita sih menyebutnya begitu, habis mereka itu luar biasa) yaitu praktisi PR, Marketing, orang-orang media (cetak,TV), presenter,MC biar kita lebih kaya ilmu praktek daripada teori-teori.
jangan bosen dengan mahasiswa LSPR ya, Mas.
salam!
Alumni LSPR, Jurusan PR, Batch VIII, angkatan 2004
Graduated 2008.
saya masih baru nih dalam bisnis online, jadi ya ikut aza deh apa kata pak nukman.
Makin Jaya aza nih bisnis online indonesia dengan kehadiran pak nukman .
Salam Sukses selalu.
rekan rekan yg sudah cukup lama nimbrung di forum ini mampir dong kalo ada wqt di blog saya.
trim,