Empat hari lalu saya mengacungkan jempol untuk upaya komunikasi terpadu krisis AdamAir, termasuk menggunakan situs webnya. Namun hari ini saya terpaksa membalikkan jempol saya. Pasalnya, ketika Minggu sore ini saya ingin mememantau perkembangan informasi krisis tersebut, seluruh informasi up to date mengenai musibah itu, yang menjadi komponen penting komunikasi web, hilang dari halaman depan situs tersebut. Sebagai gantinya, muncul kalimat permintaan maaf yang bunyinya sama dengan iklan di berbagai media cetak.
Hari ini, situs web AdamAir seolah tinggal satu halaman. Saya kebetulan pernah mencatat dua tautan pentingnya sehingga masih bisa mengakses halaman tersebut. Namun pengunjung baru atau mereka yang lupa mencatat tautan tersebut tak akan mendapatkannya dari situs web karena tak ada navigasi ke halaman lain. Dua tautan itu adalah arsip perkembangan krisis dan data penumpang pesawat yang hilang. Namun, tautan info tersebut tidak ada lagi di halaman depan situs webnya.
Saya tidak tahu alasan manajemen AdamAir menutup semua informasi yang sebelumnya disediakan di situs webnya dengan baik. Saya hanya bisa menduga: mereka ingin menfokuskan diri pada upaya pencarian dan sesedikit mungkin mengeluarkan informasi yang bisa menimbulkan kesimpangsiuran berita.
Saya berpendapat, langkah ini tidak tepat dan merupakan kemunduran dalam hal komunikasi publik. Dengan menutup informasi ini, AdamAir membiarkan informasi semakin simpang siur.
Masyarakat akhirnya menerima informasi dari pihak lain tanpa konfirmasi AdamAir. Ini artinya AdamAir membiarkan informasi berkembang liar tanpa kendali.
Bahkan, seperti dikutip Unspun, para wartawan pun saat ini tidak mendapat info apapun dari manajemen AdamAir. Tak heran jika media akhirnya menulis dengan cara mereka sendiri yang isinya kebanyakan mengenai carut marut lenyapnya pesawat, kekacauan koordinasi pencarian pesawat serta pelayanan buruk manajemen AdamAir terhadap keluarga korban. Upaya pihak lain (bukan upaya manajemen AdamAir) yang secara gigih terus berupaya mencari pesawat, yang akhirnya banyak bermunculan di media, baik cetak, teve maupun Internet. Persepsi bahwa AdamAir bertanggungjawab terhadap musibah ini makin menipis dengan semakin tertutupnya manajemen AdamAir.
gugatan class action…:-D
Setiap ada bencana di negeri kita selalu yang menjadi korban disuruh tabah, bahwa ini adalah ujian. Enak banget yah jualan di negeri ini, pantes banyak melahirkan para koruptor dan konglomerat dadakan. Apa logika di negeri ini sudah gak ada lagi karena setiap musibah selalu dikaitkan dengan cobaan tanpa berupaya untuk memperbaiki diri sehingga musibah tersebut terus berulang gak ada habisnya.
Saya setuju dengan Pak Nukman bahwa manajemen Adam Air sangat tidak profesional dengan menghilangkan informasi tersebut. Kemudian pak Agung Leksono (Ketua DPR sekarang) yang merupakan founder atau pendiri Adam Air juga mau lari dari tanggung jawab dengan melakukan pembenaran, saya hanya pendiri, coba tanyakan pada manajemen Adam Air. Bener-bener sangat tidak masuk akal seorang pendiri bisa berkata seperti itu. Sehabis mendirikan sesuatu tidak mau bertanggung jawab kalau terjadi musibah, langsung bersembunyi di belakang layar. Tetapi coba kalau Adam Air sukses, pasti si pendiri itu jawabannya lain lagi, berusaha ingin tampil ke depan. Ini bener-bener permainan yang sangat konyol.
People Power atau kekuatan rakyat benar-benar harus dibangkitkan, kalau kita sebagai rakyat membiarkan hal ini terjadi, berarti kita juga bertanggung jawab. Dan memang harus ada class action, jangan mau dibohongi dengan kata-kata manis kemudian kita lupa lagi
God Bless Indonesia!
Jadi, tidak keliru apabila perusahaan-perusahaan di Indonesia mengganggap pembuatan situs hanya sekedar pajangan. Padahal, hal itu bagian dari good corporate governance (GCG).
Sejak awal kayaknya Adam Air emang ngaco hehehe
(pak nukman, apa kabar? seneng bs mampir ke blog nya bapak, setelah lama sekali kita ga ketemu, sy temen nya mercy, pernah bbrp kali miting utk proyek yg ga pernah jd hehe…moga2 next ada proyek yg bisa jalan ya bos..!…ini sy kutip dr email seorang ekspatriat yg beredar di milis manager indonesia, mgkn bpk sempat baca juga…..sori kalo kepanjangan, intinya…yg harus bebenah itu adalah seluruh maskapai penerbangan yg ada di indonesia….)
Statistik Umur Pesawat Penumpang di Indonesia:
Garuda Indonesia Umur 10.0 tahun
Lion Air Umur 17.3 tahun
Adam Air Umur 18.1 tahun
Awair Umur 18.8 tahun
Merpati Umur 21.6 tahun Batavia Umur 23.4 tahun
Sriwijaya Air Umur 23.5 tahun
Mandala Airlines Umur 23.9 tahun
Bouraq Indonesia Airlines Umur 25.1 tahun
Mengejutkan! Dengan armada berumur 18 tahun, Adam Air menempati urutan ketiga dari armada dengan pesawat terbaru di Indonesia. Garuda Indonesia memimpin dengan armada berumur 10 tahun .
Hal lain yang sangat mengejutkan adalah Lion Air menempati urutan kedua dengan armada sedikit lebih muda, yaitu 17 tahun?? Itu hampir setengah kali lebih tua dari armada Garuda Indonesia. Urutan terakhir ditempati oleh Bouraq Indonesian Airlines , dengan umur pesawat 25 tahun, yang memberikan saya ide tentang Fear Factor stunt-man “Terbang bersama Bouraq” untuk trial & error penyakit ketakutan terbang (flying phobia).
Mandala Airlines menempati urutan kedua dari terakhir. Melihat hal ini, saya teringat dengan kecelakaan pesawat Mandala Boeing 737-200 pada 5 September 2005 yang menelan korban hampir 150 orang. Pada saat kejadian, pesawat PK-RIM tersebut berumur 24 tahun.
Sebagai pembanding, pesawat Lion Air McDonell-Douglas MD-82 yang mengalami kecelakaan di Airport Solo pada 30 November 2004 dan menelan korban 25 orang, berumur 20 tahun. Pada laporan terakhirnya, jam terbang pesawat tersebut 56,674 jam dan telah melakukan pendaratan 43,940 kali!
Saya pikir bukanlah suatu kebetulan kalo pesawat-pesawat yang mengalami kecelakaan berumur paling tidak 20 tahun. Sebagai pembanding, saya mengecek umur rata-rata pesawat dari maskapai-maskapai pemilik sebelumnya pesawat Adam Air PK-KKI yang saya tumpangi.
Blue Panorama Airlines Umur 11.6 tahun
Sahara India Airlines Umur 10.5 tahun
Sangat menarik ternyata, 11.6 tahun dan 10.5 tahun, yang membuktikan bahwa kedua maskapai di atas merasa bahwa pesawat tersebut terlalu tua untuk beroperasi, sementara manajemen Adam Air berpikir bahwa mengoperasikan pesawat berumur 17 tahun adalah benar-benar tidak bermasalah??? SNOBBISH ! But FOOLISH ? (Congkak! Tapi Tolol?)
Mencari di beberapa Koran, saya menemukan beberapa artikel yang bisa menjadi kesimpulan dari tulisan ini.
Yang pertama datang dari The Jakarta Post (11 Februari 2006): Sebuah pesawat Adam Air Boeing 737-300 yang melayani rute Jakarta-Makasar, terpaksa mendarat secara darurat pada hari Sabtu, di bandara kecil Tambolaka, Sumba-NTT; disampaikan oleh juru bicara Adam Air.
Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada jam 6:20 a.m. dengan 145 penumpang. Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar pada jam 9:25 a.m. waktu setempat. Begitu menurut Suwandi, Supervisor Adam Air di Makassar.
“Tapi, masalah navigasi membuat pilot Tri Tuniogo kehilangan kontak dengan bandara tujuan”, ucap Suwandi. Pesawat kemudian ditemukan telah mendarat di Tambolaka pada jam 9:45 a.m. waktu setempat.
“Tidak ada yang terluka dalam insiden ini”, ucap Didik, public relation Adam Air Jakarta, yang menambahkan juga bahwa pendaratan darurat dilakukan karena kondisi cuaca yang buruk. “Berdasarkan kondisi cuaca, terjadi badai atau hujan lebat yang memaksa pilot untuk mendarat – kami belum mendapat informasi lebih lanjut ,” ucap Didik. Jadi, ini masalah cuaca buruk dan pesawat harus mendarat. Tidak ada yang aneh kan? Sampai Anda baca terbitan selanjutnya pada hari Valentine.
Kementrian Perhubungan mengangap Adam Air telah melakukan pelanggaran serius dalam pengoprasian pesawat, tapi masih memerlukan bukti mengenai insiden serius pada sistem navigasi pesawat. “Ini adalah pelanggaran serius dan yang pertama kali terjadi pada penerbangan di Indonesia,” ucap Dirjen Perhubungan Udara, Iksan Tatang, menjawab pertanyaan wartawan pada hari Senin.
Pesawat Adam Air Boeing 737-300 dengan nomer penerbangan DHI728, melakukan pendaratan darurat di Tambolaka, Sumba Barat-NTT, setelah berputar-putar selama 3 jam karena kegagalan navigasi dalam perjalanannya dari Jakarta melewati NTT, dimana dirjen mengatakan bahwa pesawat tersebut seharusnya tidak boleh terbang karena masih ada pemeriksaan yang tertunda oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Sertifikasi Kelayakan Terbang.
Itu sangat menarik! Awalnya insiden ini terjadi karena cuaca buruk, dan sekarang karena kegagalan sistem navigasi. Huh? Saya pikir cerita sebenarnya adalah pelanggaran serius yang dilakukan oleh Adam Air. Untuk Anda ketahui, dua orang teman saya terbang dari Manado dengan Lion Air dan pesawatnya mengalami permasalahan serius sampai-sampai pramugari memerintahkan semua penumpang memakai jaket penyelamat. Untungnya penerbangan berakhir tanpa insiden, dan tidak ada satu pun Koran yang menulis berita tentang kejadian ini. Mungkin karena KKN yang saya sebutkan sebelumnya.
Mungkin Anda bertanya-tanya seberapa tua Boeng 737-300 yang mengalami kegagalan sistem navigasi tersebut. Melihat umur armada Boeng 737-300 Adam Air, pesawat tersebut pastilah berumur paling tidak 17 tahun. Mungkin pesawat terlalu muda 3 tahun untuk masuk dalam daftar kecelakaan pesawat di Indonesia.
Lihat gambaran keseluruhannya, saya memprediksi akan ada paling tidak satu kecelakaan pesawat lagi di Indonesia sebelum tahun 2006 berakhir .
Have a nice flight everyone !
Terima kasih infonya Nila. Long time no see. Sekarang malah ngasih long great comments.
Waduh kok alih profesi jadi pengamat penerbangan pak Nuk..?
Ndak ah. Saya hanya mengamati corporate webnya saja.
Assalamu alaikum wrwb.
Salam kenal Pak Nukman,
Ulasan (eh, termasuk keluhan) bapak amat relevan, terutama tatkala Adam Air sekali lagi mengalami musibah di penerbangan Surabaya-Manado awal bulan ini.
Seharusnya memang institusi yang paling bertanggung jawab dalam hal ini ya si Adam Air itu lah. Tapi, kenyataannya tak ada statement apapun yng signifikan keluar dari pihan Adam Air.
Ya mudah2an aja semua masukan dapat dijadikan pelajaran bagi Adam Air untuk memperbaiki citranya yang makn anjlok ini.
TKASH,
gatot.mkssr
Waalailum salam mas Gatot. Saya tidak mengeluh kok. Saya hanya menyampaikan, sungguh sayang jika semula AdamAir memanfaatkan situs korporatnya sebagai salah satu media terpadu untuk komunikasi krisis, ternyata hanya berumur kurang dari seminggu.
kayaknya awal tahun memang jatahnya apes buat jasa angkutan dan transportasi di indonesia. semua rata kebagian musibah. sebagai mahasiswa komunikasi jurusan PR, menurut saya adam air harus terang – terangan ke publik tentang masalah jatuhnya pesawat KN71 ini sehingga sehingga keluarga korban tdk terlunta – lunta. belum habis dan tuntas kasus adam air, pesawat lion air gagal mendarat, lalu pelita air dengan kaca pesawat yang retakk karena udara dan cuaca buruk, lalau hari ini 17 januari 2007, pesawat batavia air gagal take off karena roda pesawat tidak mau masuk ke posisi semula, belum lagi KM senopati, kereta bengawan terguling dan tadi malam terjadi tabrakan beruntun dengan 3 korban tewas di tol padaleunyi ( padalarang cileunyi. sekarang apanya mau di komplain? penggantian Menhub Hatta Rajasa kayaknya nggak akan bisa merubah keadaan, dia hanya tenang – tenang saja. padahal, bantuan, simpati, dan sebagainya datang dari luar negeri. luar negeri aja mau peduli, dalam negeri kita cuek – cuek aja.
memang apes nasib adam air. sudah jatuh ketiban tangga pula . ini merupakan dilema , hanya dengan kata maaf .maaf,maaf dan maaf. apakah mereka semua bisa kembali . ini adalah teguran bwat smua crew adam air ,
agar nyawa manusia ,tidak di anggap sepele . ingat safety flight dong, jgn cuma ingat berangkat dan pulang aja.
salam kenal pa nukman .klo menurut aku class action PERLU KALLEE , klo ga gitu gimana mereka mo peduli, trus kapan maskapai kita mo maju ( PAKE PESAWATNYA BEKAS TERUSS ). thanks ya pa
Press Release Adam Air 9 Januari 2007 “AdamAir Was Awarded as Low Cost Airline of the Year 2006″ In the “3rd Annual Asia Pacific & Middle East Aviation Outlook Summit, Singapore 10-11 November 2006″
[ Lihat website ]
Allamak… Fuckin Shit !!! Setelah apa yang terjadi masih bisa membanggakan diri dengan hal-hal beginian ?
Ngga ada malunya emang !! Hell Ya Adam !!
Lebih tragis lagi…
Tak satupun terlihat informasi tentang “komunikasi terpadu krisis AdamAir”
Mungkin kalau ada pertanyaan tentang korban Adam Air..,
Dengan lembut crew Adam Air menjawab, “Sudah lupa tuh !!!”
Mending kamu akses “Hot Deals” kita aja di website !
Ada promo murah menuju kuburan starting from US$ 10
saya mahasiswi komunikasi, dan skarang lagi ngambil program master. kebetulan, thesis saya tentang ‘krisis komunikasi di dunia airlines di Indonesia’
saya butuh comment ni,, sebenernya sampai sejauh mana peran public relations diperlukan dalam krisis airlines saat ini. dan, kira2 tindakan2 apa saja yg dianggap harus dilakukan, mengingat peran public relations di indonesia jarang dimanfaatkan dengan maksimal.
please comments….
saya mau minta tolong…
bagaimana jika saya bertindak sebagai humas adam air yang mau menyampaikan informasi kepada public tentang kecelakaan tersebut..
saya kurang data mengenai kecelakaan dam air…
tolonng bantuanya..
trimakasih banyak sebelumnya..
tolong disamoaikan ke gendoet-98@yahoo.com
Adam air…Anda Duduk Anda Mati
Selamat malam,saya hanya ingin confirmasi bahwa kecelakaan sewaktu-waktu dapat terjadi dan tidak memandang maskapai mana yang factor savety menjadi tolak ukur.Savety adalah”first concern”dari semua maskapai penerbangan.Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai propinsi dan kepulauan yang membutuhkan sarana transportasi yang cukup banyak untuk kondisi seperti ini(terutama transportasi udara) dan maaf apakah kurang pantas kalau mempublikasikan maskapai penerbangan berdasarkan umur pesawatnya,pada bulan Maret GARUDA INDONESIA(sebagai maskapai dengan pesawat tercanggih dan tiket termahal)GA200 rute JKT-JOG jatuh dan terbakar di jogja.Ini adalah kenyataan bahwa kurang pantas pemerintah menilai rating maskapai penerbangan berdasarkan factor savety(di dunia hanya indonesia yang menerapkan rating ini),umumnya pemberian rating adalah berdasarkan performance bukan”SAVETY”.Akankah lebih baik pemerintah tidak terlalu melakukan intervensi terhadap maskapai penerbangan swasta,karena apabila dibekukan/dicabut izinnya apakah akan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan ratusan ribu karyawan dari maskapai penerbangan swasta ini disamping mempengaruhi marketing plan dari tiap-tiap maskapai.Saya coba membandingkan accident GARUDA di jogja,bahwa seakan-seakan mengalihkan factor penyebab kecelakan yang utama adalah”HUMAN ERROR” dialihkan ke kondisi landasan adi sutjipto yang tidak layak(ini sungguh lucu).Apakah ini,suatu penyelesaian untuk meyakinkan publik dari realita sebenarnya.Saya harapkan adanya kerjasama dari REGULATOR,OPERATOR dan MASYARAKAT sendiri dapat mendukung perkembangan sarana transportasi di indonesia,tanpa ada intervensi yang terlalu berlebihan dan terpengaruh dari issue yang tidak sesuai dengan realita yang ada.Terima Kasih