Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Kembali ke LaaaaapTOP

March 26, 2007
Oleh Nukman Luthfie

Siang tadi saya diwawancarai Metrotv mengenai rencana pemberian laptop untuk anggota DPR yang sedang menjadi isu di berbagai media nasional. Sejujurnya saya tidak mau urusan dengan politik. Namun karena pertanyaanya teknis ekonomis, saya bersedia. Saya ditanya begini: laptop seharga 21 juta rupiah apakah pantas untuk anggota DPR. Berikut ini jawaban saya.

Harga itu ditentukan oleh banyak faktor.

Pertama, performa. Laptop paling bagus performanya adalah yang menggunakan prosesor terbaru, tercepat dan memori minimal 1GB. Makin bagus performa tentu makin mahal harganya.

Kedua, kelengkapan fasilitas. Kalau pakai DVD writer, kamera, Wifi, bluetooth dan lain-lain tentu mahal.

Ketiga, fashion. Makin kecil ukurannya, makin ringan bobotnya, makin cantik tampangnya (misalnya casing-nya pakai kulit), makin mahal pula harganya.

Keempat, merek. Dengan spek yang sama, merek lokal tentu lebih murah ketimbang merek asing.

Nah, saya berkesimpulan, laptop seharga Rp 21 juta adalah laptop yang memenuhi empat syarat tadi: performa mengkilat, fasilitas lengkap, fashionable (jadi ingat cara Tukul mengucapkan kata ini ;) ) dan bermerek global. Ini adalah laptop-laptop yang dipakai oleh para eksekutif puncak perusahaan, atau dipakai oleh mereka yang memiliki pekerjaan berhubungan dengan laptop yang membutuhkan performa tinggi seperti multimedia designer atau creative director.

Nah, pertanyaannya: untuk kebutuhan apakah laptop tersebut diberikan kepada anggota DPR yang mulia? Saat ini hanya ada jawaban: untuk meningkatkan performa. Nah, performa yang mana? Masih belum jelas, kecuali menggantikan mesin ketik, browsing, membuka dan menjawab email, dan pekerjaan ringan lainnya yang bisa dikerjakan oleh laptop standar.

Saya termasuk yang setuju dengan pemberian laptop bagi anggota DPR. Sungguh lucu jika di era informasi para anggota DPR tidak melek informasi dan kurang produktif gara-gara tak punya laptop. Maka, berikanlah laptop, agar ketika di jalan pun mereka bisa browsing internet, mengumpulkan bahan untuk sidang, menjawab email yang masuk, berkomunikasi dengan pendukung mereka, memahami pandangan masyarakat (misalnya yang disampaikan oleh ndoro kakung dan Didats) atau mengerjakan hal lain yang produktif dengan bantuan laptop.

Namun, untuk pekerjaan semacam itu tidak memerlukan laptop yang teramat canggih, prosesor terbaru dengan memori besar, tampilan keren, serta kelengkapan yang maksimal. Cukuplah laptop entry level buatan lokal yang bisa dibeli seharga enam hingga delapan jutaan rupiah. Ini sekaligus untuk menggerakkan industri laptop nasional. Kalau pun kita ingin mengangkat harkat para anggota DPR, berilah laptop yang lebih bagus, dapat dicari yang harganya sekitar 12 jutaan rupiah.

OK. Kembali ke laaaaapTOP!

Catatan:

- Posting kali ini melenceng dari tema Internet Marketing.

- Hasil wawancara ditayangkan di Metro Hari Ini, Metrotv, Senin 26 Maret 2007, jam 18.30 WIB tadi. Saya sendiri tidak sempat menontonnya :( .

- Tayangannya dapat disaksikan di sini.

34 Responses to “Kembali ke LaaaaapTOP”

  1. lina says:

    laptop 21 jeti mungkin laptop yang iya iya pak …:D

  2. Yainal says:

    hehehe.. bener.. 7 jutaan jg cukup, palagi kalo pake eBay… :D

  3. Ollie says:

    Laptop 21 juta… worth it or not worth it, that’s the question :P

  4. ufan says:

    21 juta yang pasti pake Windows vista yah pak! mosok kasta… eh maksud saya golongan se-elite DPR make XP-SP2 ato Linux…

    ~iiih capek deeeh

  5. Punya laptop biar setiap saat bisa browsing okezone, ups…. detikcom ding. hahaha ;)

  6. Andy Santoso says:

    Makjang 21 juta x berapa tuh?… Laptop saya kalah canggih… T.T bagus juga seh dikasih laptop, selama memang perlu dan setuju sama pak Nukman, beli laptop seperlunya, termasuk barang lain juga sih, kalo canggih2 ga bisa pake dan manfaatin what for?… :) *honestly kok sekarang saya agak2 ngeri kalo mo nulis sesuatu di blog/internet yah… ???

  7. Nukman says:

    Lho, kenapa mesti agak ngeri menulis di blog? Asal ditulis secara bertanggungjawab, mestinya tidak ada masalah.

  8. WDT says:

    Saya yakin tidak semuanya akan menggunakan laptop tersebut masak iya sampai 12,5m, memang negara udah tdk perlu dana lagi? monorel belum jadi, korban bencana alam belum smua ter-cover, saya rasa sudah waktunya pemerintah utk bersikap lebih wise on spending the money

  9. Joe says:

    Saya mah, kalo jadi anggota DPR mo minta mentahnya saja :D .
    Lagian apa enaknya pake laptop yang sama dengan orang kiri kanan, bisa-bisa ketuker :P

  10. cahyo says:

    saya nonton di metro ttg liputan itu pak. labelnya pak nukman sudah jadi pakar it. wah, menggantikan pakar it yang biasanya itu dong…;-)

  11. Nita says:

    wah…. mau donk jadi anggota DPR. Tinggal hadir ditempat rapat, fasilitas semua lengkap, dpt laptop seharga 21 jeti lagi.Duh…pastinya rakyat makin menjerit aza…..:-L kesenjangan sosial ga sih??????

  12. Nukman says:

    Rencana pembelian laptop akhirnya dibatalkan hari ini.
    Sayang, harusnya tetap beli laptop yang tepat guna dan tepat harga. Sekarang, bagaimana kita menuntut perbaikan performa DPR?

  13. deriz says:

    Memang susah kalau IT ‘dilarikan’ ke masalah politik. Kalau sudah begini, no comment deh.

  14. rahman says:

    ga usah beli laptop mending duitnya buat saya aja,,,,,

  15. ufan says:

    Akhirnya suara rakyat untuk pertamakalinya… menang melawan kekanak2an DPR :D

    laptopnya batal… case close :)

  16. Wah…, aku sendiri bingung sih. Kenapa ya kalau memang butuh laptop tidak pakai uang/gaji sendiri ya? Tapi.., yah sudahlah, aku sendiri tidak suka dengan dunia politik jadi tdk terserah mereka lah. Yang penting mereka bisa mempertanggungjawabkan di hadapan tuhan :)

  17. Mas Wawan says:

    …Laptop batal….kembali ke TOP 1.

  18. mulai merambah kemana-mana nih tampaknya…

  19. Kang Hasan says:

    ikutan komen aje,…..
    setuju sama pendapat mas nukman, bahwa beli laptop itu sesuai fungsinya.
    waktu baru join di perusahaan januari lalu (sebelumnya saya bekerja sebagai peneliti di jepang) saya juga disediakan laptop. nah, waktu milih jenisnya, yang saya prioritaskan adalah laptop dengan windows dan sofware lain berbahasa jepang. ini karena saya bekerja di perusahaan jepang, dan berfungsi sebagai penghubung antara urusan lokas dan jepang. dus, saya harus bisa mempersiapkan semua dokumen dalam bahasa indonesia/inggris, dan jepang. feature lain saya pilih yang standar aja. bahkan dvd writer aja tidak ada, wong di kantor nggak ada usaha sampingan bikin dvd bajakan, hehehe.

    bagi sebagian orang, laptop, seperti juga HP, mobil, pakaian, dll, adalah simbol prestise. punya laptop dengan spec bagus bukan lagi berbasis tuntutan kerja, tapi berbasis pada prestise. inilah yang disebut riya’.

    saya seringkali “diejek” karena masih pakai HP kelas terbawah. “masa manager pake HP murahan.” katanya. tapi lagi-lagi saya ndak peduli. pekerjaan dan keseharian saya hanya butuh HP yang bisa buat telepon dan sms. asal HPnya punya feature itu, sudah cukup. waktu di jepang saya “terpaksa” pakai HP dengan berbagai feature seperti kamera dan 3G, karena hanya yang jenis itu tersedia di pasaran. toh, itu semua nyaris ndak pernah saya pakai karena memang tidak butuh.

    merasa cukup, itulah mungkin pointnya.

    salam
    hasan

  20. Nur Cholis says:

    Gitu aja kok Laptop.. :)

  21. Nukman says:

    hahahaha
    terima kasih Nur Cholis. Best quote of the week. ;)

  22. Muslih says:

    Yah asal jangan seperti kabar disini saja :

    http://taufanputerablog.blogspot.com/2007/03/mau-dikasi-laptop-tapi-e-mail-aja-gak.html

    Dasar katro,,, wong Ndeso…

    Perlu sih perlu tapi kalau nyatanya specnya dibawah harga 21 jutaan, yaahh biasalah pengadaan proyek,, ada yg dimarkup,,, kan kita masih negara top korup,,

    entar kalau sampai diusut KPK,,, diSobek-Sobek aja mulutnya ;-)

  23. agusset says:

    mestinya, tanpa perlu nunggu dibeliin pakai anggaran negara, kalau memang ingin performa mereka sebagai anggota dewan optimal, laptop mestinya sudah masuk ke dalam daftar barang yang mereka miliki kan?

  24. Olly says:

    Laptop 21 juta..Hmm..OK deh..Masalahnya bisa nggak anggota DPR pake tuh laptop? Blm tentu menunjang kinerja mereka siy klo ngerti cara pake-nya jg nggak..hehe..Bisa2 stlh dpt laptop, ada buntutnya lagi..minta di-kursus-in cara pake laptop..hehe..

  25. avianto says:

    Ada yang usul beliin OLPC aja. OLPC = One Laptop Per Child, murah $150 dan interfacenya tidak perlu dipelajari lama-lama karena gampang.

    Pas kan… toh anggota DPR sama aja kelakuannya sama anak-anak :P

  26. Asep. Suryawan says:

    Asalamualaikum wbr. salam sejah tera untuk semu

    pemberitaan yang rami d bicarakan di media tv maupun surat kabar, sungguh membuat saya merasa bahawa memang sepantasnya
    anggota DPR/MPR memiliki laptop atu pc dan memiliki mail untuk memepermudah komenikasi dengan para pemilihnya, saya sangat setuju dengan masalah ini, tapi bukan gratis yang Bapak angota DPR/MPR yang terhormat haruslah mengerti. bahwa bentuk tanggung jawab moral anda untuk masalah ini sangat mengiri saya, saya sendi ri harus ngeridit untuk mendapatkan leptop untuk kegunaan saya bekerja, malukah bapak seperti itu, kalau bapak sudah tidak ada rasa malu lagi, entahlah yang waras saya atau bapak

    terimakasih

    dengan rasa hormat yang tinggi untuk bapak angota DPR/MPR

  27. diandra says:

    …teman saya, Bang Icon, ingin mencari laptop dengan layar kecil (11 inch).
    …eh, malah dapet situs ini.
    …ya udah.
    …emang temen saya itu orangnya kayak gitu (agak aneh).

  28. daniebete says:

    …laptop!
    …laptop!
    …laptop!
    …laptop!
    …laptop!
    …laptop!
    …laptop!
    …laptop!
    …laptop!
    …huss!

    …gitu aja kok laptop!

  29. Fatur_255 says:

    Mas Nukman saya boleh minta pendapat enggk beginimas saya kan lagi mau tugas Akhir (skipsi) saya Mahasiswa Ekonomi Jur Akuntansi tapi seneng Konputer terutama internetan nah kebetuhan Judul TA saya dalah “Analisis Pengaruh Penerapan e-system Administrasi Perpajakan terhadap kepatuhan Wajib Pajak di Lingkungan KPP X” pertanyaan saya bagaimana untuk mengukur aplikasi portal Dirjen Pajak yang mengunakan pemerograman ASP serta barngkali mas Nukman mempunyai pendapat atau saran

    Akhirnya terima kasih Informasinya
    Sukses Selalu Buat mas Nukman

    Nb: Tolong di bales ke e-mail saya dong Mas

  30. Nukman says:

    Lho, memang ada hubungan antara kepatuhan dan penerapan e-system? Variabel patuh itu kan beda dengan penerapan e-system.

  31. Sayang sekali anggota dewan RI gagal dapetin Laptop.
    Anggota Dewan kami yang ada di Riau sudah duluan dapat.
    Tentu saja tanpa heboh-heboh !!
    Mungkin karna anggotanya 550 orang jadi ribut ya .
    salam hangat dari ZoomPromosi.com

    Semoga blognya pak Nukman makin oke.
    Eh, kalau boleh tanya, Hubugan swa dengan Virus Marketing apa ya Pak ??

  32. reza says:

    Udah di pasilitasi e….minta nya yang mahal lagi,manja amat ya.. anggota dewan kita?

  33. hasan says:

    wow!!! enk bgt leptop harg 21 jeti….
    jgn kn yg mhl kyk gt yg mrh za ga tebeli!
    laptop…leptop…

  34. krushna says:

    masalahnya..si anggota DPR bisa makenya nggak?mubazir amat laptop 21jeti.. kan multimedia and bisa min games dlll… entar kerjaannya main games lagi!!!!

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...

  • bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....

  • Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...

  • aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks

  • hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks

  • Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting