Mungkin banyak yang sudah mahfum, pasca gempa, industri pariwisata Yogyakarta ikut terguncang. Yang hancur bukan hanya rumah, kawasan komersial dan pusat industri, tetapi juga hotel dan tujuan wisata. Salah satunya adalah Hotel Jayakarta, tempat diselenggarakannya Pengajian Dotcomers V.3, Selasa 12 Desember lalu. Untunglah, proses perbaikan berjalan lancar sehingga bagian depan hotel kini sudah dapat dipakai dan beberapa kamar sudah difungsikan. Oleh karena itu saya terharu ketika Yogyes menggagas program Tour de Djogdja di dunia maya untuk lebih memperkenalkan Kota Gudeg itu ke para pelancong domestik maupun internasional.
Yogya bukan hanya Malioboro, Keraton, Parangtritis, dan sedikit identitas lain yang selama ini dikenal oleh para wisatawan. “Untuk meningkatkan waktu kunjungan, kami menginformasikan berbagai alternatif tujuan wisata Jogja serta segala pernik Jogja yang kurang diketahui wisatawan,” kata Agus, sang pemilik Yogyes, saat peluncuran program Tour de Djogdja di tengah acara Pengajian Dotcomers V.3. Yogyes berusaha mendidik pasar pelancong bahwa Yogya itu juga bisa berarti Teh Poci Pak Min dan Kopi Bandongan, Bulevard UGM, atau pabrik-pabrik tua atau hal lain. Dengan upaya ini, Agus berharap pihaknya ikut membangkitkan pariwisata Yogyakarta pasca gempa.
Yang dilakukan Yogyes bukan hanya mengupas info-info unik Jogja. Untuk memperluas gema Tour de Djogdja ini misalnya , mereka mengajak para blogger agar ikut mengkampanyekan gerakan ini. Sungguh senang hati saya melihat sambutan para blogger. Tercatat ada 179 yang memasang banner Tour de Djogdja per hari ini. Bukan hanya blogger lokal yang tergerak untuk kampanye ini, tetapi juga para blogger lokal yang sedang menangguk ilmu di manca negara, termasuk Balza Achmad (sedang mengambil S3 di Malaysia) dan Yainal (sedang mengejar S2 di Jerman).
Yogyes pun kemudian mencoba merambah ke media agar gemanya semakin besar. Pada acara peluncuran dua hari lalu mereka mengundang beberapa media, baik media lokal Yogya maupun media nasional. “Ini pertama kalinya saya mengundang media,” bisik Agus. Semoga ada yang memuat beritanya.
Apa yang saya lihat di Yogya dua hari lalu adalah kecintaan para pelintas dunia maya, terutama Yogyes dan para blogger, untuk memberi sumbangsih kebangkitan Yogya. Mereka hidup di dunia maya. Lewat dunia itulah mereka bergerak.
Oh ya, saya tentu saja mengajak para blogger lain untuk membantu kampanye ini. Silahkan mendaftar di sini.
Plus, jangan lupa, kalau mau ke Yogya, mampir dulu ke Yogyes dan pesan hotelnya di sini saja.
Pak Nukman kalo booking hotel gratis gak? , nak gratis mau aku
[...] Tadi siang, saya dan beberapa rekan Andong mendapat undangan dari YogYes untuk menghadiri acara Peluncuran Tour de Djokdja dan Pengajian Dotcomers V3 di Ruang Rama Shinta, Hotel Jayakarta Jogjakarta. Rekan-rekan yang hadir siang itu adalah Mas Boy, Mb… [...]
sebenernya saya mau trackback tulisan ini, tapi apa daya ternyata ndak bisa.
waah…
Salut bwat smangat “tour de jogja” nya.
smoga sukses mengkampanyekan yogya dimata pelancong/ turis lokal atau internasional. Ikut dukung!
mas nukman, link kampanye yogyanya salah deh, kelebihan hurup “l”
wah kemaren blom sempet bertanya karena sesi tanya jawabnya sudah habis
… kemaren cuman mau tanya bagaimana cara membangun kepercayaan komsumen terhadap situs dagang di indonesia … mengingat adanya carder dan aksi tipu2 di e-bay dan situs sejenisnya oleh oknum2 dr indonesia yang sangat mempengaruhi kelancaran berbisnis di dunia cyber terutama jika situs dagang itu dr indonesia.
kalau bapak berkenan tolong dijawab ya pak ….
terimakasih sebelumnya.
terima kasih Pak nukman.. udah Sharing buayak banget!… terus terang saya cukup “kenyang” baik karena Materinya pak Nukman… juga Karena Jamuan makan siang nya
#1. Kalau booking saja sih gratis mas Wawan. Nginepnya, bayar.
# 5
Mas Bodi.
Apakah yang dimaksud dengan situs dagang itu adalah situs yang pembayarannya pakai kartu kredit?
Kalau iya, apa boleh buat, untuk sementara, jika pasarnya dalam negeri, pakai saja transfer bank atau pembayaran di tempat begitu barang diterima.
#3.
Mas Zam.
Sudah saya bantu trackback.
BTW, fotonya saya taruh di tulisan ini ya
kalo menurut saya justru Yogyes harus lebih banyak merayu para blogger dari luar yogya, terutama luar negeri… Karena merekalah potential market dari Yogya. Kalo orang Yogya sendiri, ya paling buka buat sekedar referensi, tapi gak melakukan transaksi..
Mungkin bisa dilakukan dengan pendekatan melalui milis-milis kali ya..
Sebentar lagi meninggalkan Yogya, paling tidak masih bisa membuka Yogyes buat ngeliat referensi kalo someday mo jalan-jalan ke Yogya
Betul sekali.
Merangkul blogger Jogja itu hanya tahap awal karena itulah cara yang paling mudah (dan murah). Paling tidak, blogger Jogja punya ikatan historis dan dengan senang hati mendukung kampanye ini.
Namun, efek samping yang diharapkan adalah memicu gerakan orang (blogger) non Jogja yang membaca blog para blogger Jogja, untuk mendukung gerakan ini. Ini yang harus dikelola Yogyes dengan baik agar gerakan ini tak berhenti di seputar blogger Jogja. Kalau Yogyes bisa mengelola ini, sangat mungkin gerakan ini bisa menjadi viral marketing yang bagus (murah dan tepat guna).
Terima kasih atas dukungan Pak Nukman dan rekan-rekan yang sudah memasang link “Tour de Djokdja”. Semoga gerakan ini mampu membangkitkan Pariwisata Yogyakarta. Amin.
Wah, jenengku disebut2 pula nih, Pak Nukman. Untuk pariwisata Jogja saya dengan sukarela membantu. Di sini (Malaysia) saya sering mengkampanyekan untuk berkunjung ke Jogja kepada teman2 tempatan dan para dosen. Kalau ada seminar di Jogja kan saya jadi bisa ikut numpang mudik
Nama mas Balzah saya sebut-sebut karena ada ikatan historis
. Begitu lihat nama mas Balzah di daftar pendukung Tour de Djokdjaâ€ÂÂÂ, saya tergelitik untuk menuliskannya. Dan dugaan saya tidak salah, mas Balzah bukan sekadar memberikan link di blog, tetapi secara verbal juga mempromosikan wisata Djogdja.