<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Berita di Era Social Media: Apa yang Harus Dilakukan Reporter dan Apa yang Perlu Disadari Narasumber</title>
	<atom:link href="http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: Zulfikar Akbar</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-92067</link>
		<dc:creator>Zulfikar Akbar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 11:08:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-92067</guid>
		<description>Dilema di dunia jejaring sosial dengan dilema jurnalis. Pengguna--taruhlah misal, Dee--memang masih berhak untuk komplain (seiya dengan Ndoro Kakung) tapi ia idealnya juga bisa lebih andalkan kesediaan untuk memahami. Lagipula, bukan tidak mungkin si jurnalis sudah minta izin via mention tapi luput dari penglihatannya. Sedang kalau DM, dari yang saya lihat orang-orang terkenal atau pun &#039;terkenal&#039; saja, mereka kerap enggan membalas DM dari &#039;
yang tidak terkenal&#039; (berdasar keluhan beberapa kenalan yang pernah mencoba menyapa &quot;si terkenal&quot;), yang boleh jadi karena soal kesibukan atau terlalu banyak DM.

Namun begitu, jurnalis juga harus bisa lebih inklusif dalam melihat sumber berita. Toh tidak satu dua sumber yang bisa digarap. Dengan perspektif begini saya kira bisa membantu untuk menghindari terjadinya tudingan &quot;curang&quot;, entah karena pengutipan di luar izin, dlsb atau apapun.

Atau sederhananya, saat berhadapan kondisi demikian, bisa pula melihat lagi apakah tweet seorang yang terkenal &quot;cukup penting&quot; atau bahkan sebenarnya sama sekali tidak penting. Adanya prioritas dan pemilahan demikian bisa menjadi proteksi alternatif untuk menghindari tudingan-tudingan negatif untuk jurnalis. Apalagi ada tanggung jawab sosial yang jauh lebih penting dicari di berbagai tempat daripada sekadar menyimak twit segelintir orang yang belum tentu benar-benar penting.

Hanya &#039;omelan&#039; kecil, karena saya tidak berani menyebut pertimbangan saya ini sebagai renungan. Saleum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dilema di dunia jejaring sosial dengan dilema jurnalis. Pengguna&#8211;taruhlah misal, Dee&#8211;memang masih berhak untuk komplain (seiya dengan Ndoro Kakung) tapi ia idealnya juga bisa lebih andalkan kesediaan untuk memahami. Lagipula, bukan tidak mungkin si jurnalis sudah minta izin via mention tapi luput dari penglihatannya. Sedang kalau DM, dari yang saya lihat orang-orang terkenal atau pun &#8216;terkenal&#8217; saja, mereka kerap enggan membalas DM dari &#8216;<br />
yang tidak terkenal&#8217; (berdasar keluhan beberapa kenalan yang pernah mencoba menyapa &#8220;si terkenal&#8221;), yang boleh jadi karena soal kesibukan atau terlalu banyak DM.</p>
<p>Namun begitu, jurnalis juga harus bisa lebih inklusif dalam melihat sumber berita. Toh tidak satu dua sumber yang bisa digarap. Dengan perspektif begini saya kira bisa membantu untuk menghindari terjadinya tudingan &#8220;curang&#8221;, entah karena pengutipan di luar izin, dlsb atau apapun.</p>
<p>Atau sederhananya, saat berhadapan kondisi demikian, bisa pula melihat lagi apakah tweet seorang yang terkenal &#8220;cukup penting&#8221; atau bahkan sebenarnya sama sekali tidak penting. Adanya prioritas dan pemilahan demikian bisa menjadi proteksi alternatif untuk menghindari tudingan-tudingan negatif untuk jurnalis. Apalagi ada tanggung jawab sosial yang jauh lebih penting dicari di berbagai tempat daripada sekadar menyimak twit segelintir orang yang belum tentu benar-benar penting.</p>
<p>Hanya &#8216;omelan&#8217; kecil, karena saya tidak berani menyebut pertimbangan saya ini sebagai renungan. Saleum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Denok</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-88897</link>
		<dc:creator>Denok</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 02:33:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-88897</guid>
		<description>Sebagi mantan reporter majalah kampus, saya jadi kangen reportase lg :P. Tentunya bukan asal ngutip pernyataan narasumber di Twitter. Reporter musti pinter cari celah tapi tetep dalam rambu2 n etika. He2...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagi mantan reporter majalah kampus, saya jadi kangen reportase lg <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Tentunya bukan asal ngutip pernyataan narasumber di Twitter. Reporter musti pinter cari celah tapi tetep dalam rambu2 n etika. He2&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Unggul</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-88573</link>
		<dc:creator>Unggul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 13:50:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-88573</guid>
		<description>Dua-duanya kudu sadar :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dua-duanya kudu sadar <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zaikatul Hidayati &#124; GriyaSantun.com &#124; Toko Busana Santun Online</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-88551</link>
		<dc:creator>Zaikatul Hidayati &#124; GriyaSantun.com &#124; Toko Busana Santun Online</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 10:22:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-88551</guid>
		<description>thanks for the sharing :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks for the sharing <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Asep Sufyan Tsauri</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-88525</link>
		<dc:creator>Asep Sufyan Tsauri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 02:55:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-88525</guid>
		<description>Great post.. terima kasih atas pencerahannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Great post.. terima kasih atas pencerahannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Akmal</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-88523</link>
		<dc:creator>Akmal</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 12:33:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-88523</guid>
		<description>Apa yang harus dilakukan reporter dan apa yang perlu disadari narasumber? ya di situlah intinya...

Mereka semua harus tahu dimana mereka berada sekarang. Dalam suatu ranah sosial yg lebih luas, dan dengan menerima segala konsekuensi adalah suatu bentuk pertanggungjawaban untuk keduanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang harus dilakukan reporter dan apa yang perlu disadari narasumber? ya di situlah intinya&#8230;</p>
<p>Mereka semua harus tahu dimana mereka berada sekarang. Dalam suatu ranah sosial yg lebih luas, dan dengan menerima segala konsekuensi adalah suatu bentuk pertanggungjawaban untuk keduanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joko Susilo</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-88519</link>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 05:33:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-88519</guid>
		<description>Kedua pihak, saya pikir, perlu menyesuaikan diri dengan kultur di social media atau secara lebih luasnya kultur di internet.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kedua pihak, saya pikir, perlu menyesuaikan diri dengan kultur di social media atau secara lebih luasnya kultur di internet.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anab Afifi</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-88457</link>
		<dc:creator>Anab Afifi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:29:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-88457</guid>
		<description>Tidak perlu heran Sesuatu yang baru sering dianggap asing. 

Twitter, juga media sosial lain seperti Facebook di Indonesia belum bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai kepentingan positif. Jejaring sosial masih sebatas digunakan sebagai sarana ngerumpi, ngedumel, bahkan berantem.

Saya sendiri punya beberapa akun Twitter untuk segmen audiens dan topik yang berbeda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak perlu heran Sesuatu yang baru sering dianggap asing. </p>
<p>Twitter, juga media sosial lain seperti Facebook di Indonesia belum bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai kepentingan positif. Jejaring sosial masih sebatas digunakan sebagai sarana ngerumpi, ngedumel, bahkan berantem.</p>
<p>Saya sendiri punya beberapa akun Twitter untuk segmen audiens dan topik yang berbeda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: samodro</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-88453</link>
		<dc:creator>samodro</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 11:40:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-88453</guid>
		<description>waaa nggak sabar nih liat &quot;pergeseran&quot;2 lain... khususnya di perilaku beragama (yang juga erat kaitannya dengan social activities) mudah2 an makin meredam ekstremitas dan fundamentalism tanpa harus jadi sekular...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waaa nggak sabar nih liat &#8220;pergeseran&#8221;2 lain&#8230; khususnya di perilaku beragama (yang juga erat kaitannya dengan social activities) mudah2 an makin meredam ekstremitas dan fundamentalism tanpa harus jadi sekular&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BudiTyas</title>
		<link>http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/berita-di-era-social-media-apa-yang-harus-dilakukan-reporter-dan-apa-yang-perlu-disadari-narasumber/comment-page-1/#comment-88445</link>
		<dc:creator>BudiTyas</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:36:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://virtual.co.id/blog/?p=1547#comment-88445</guid>
		<description>Ternyata muncul paparazzi model baru berkat twitter. Twitterazzi, :D.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata muncul paparazzi model baru berkat twitter. Twitterazzi, <img src='http://www.virtual.co.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

