Online Strategist, Creative Designers, Web Technologist MarComm Practitioners, E-Commerce and Education __________________________ under one roof.

Berharap Produk/Layanan Terlihat Sempurna Dengan Mengontrol Pemberitaan?

April 16, 2008
Oleh Iim Fahima Jachja

Sebuah produk ataupun layanan, dibangun oleh manusia.
Dibesarkan oleh manusia.
Di manage oleh manusia.
Dan Anda berharap produk/layanan Anda sempurna di mata konsumen?

Keinginan menjadi sempurna yang dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas produk dan layanan, pastilah sangat layak untuk diapresiasi. Tapi celakanya yang sering terjadi adalah keinginan untuk terlihat sempurna dengan antara lain berusaha meredam pemberitaan negatif di media via PR sana PR sini.

Sampai pada titik tertentu, mungkin Anda bisa tenang karena sebagian pemberitaan negatif (terlihat) bisa teredam. Tapi tunggu dulu. Benarkah semua media bisa Anda kendalikan?

You cannot control the internet, katanya.

Dan itu betul sekali. Apalagi di era Internet Web 2.0, kesempurnaan image yang Anda ciptakan bisa dengan mudah diacak-acak oleh konsumen melalui tulisan di blog atau postingan di berbagai milis serta social networking. Soal postingan di milis dan social networking, saya yakin Anda masih ingat ketika beberapa bulan lalu Astro banyak dihujat di dua consumer generated media tersebut karena cuma jago jualan tapi payah servisnya. Atau First Media yang juga mengalami kasus serupa.

Internet membuka banyak kanal untuk memprotes produsen. Ketika Word of Mouth menyebar di internet, tak ada kekuatan yang bisa meredamnya. Secanggih-canngihnya manager PR dalam membuat ‘statemen versi perusahaan’, tidak bisa mengalahkan kekuatan penggandaan berita yang dikendalikan konsumen di dunia maya, apalagi pada saat beritanya berseberangan dengan berita perusahaan.

Mengantisipasi hal ini, hal yang dibutuhkan adalah perubahan mindset dan perubahan cara berkomunikasi. Dari yang semula selalu berusaha mencitrakan dirinya sebagai produk/layanan yang sempurna, menjadi produk/layanan yang lebih manusiawi. Karena manusiawi, artinya tak lepas dari kekurangan, tapi yang penting berusaha memperbaiki kekurangan tersebut sebaik mungkin.

Era komunikasi web 2.0, menuntut para pakar PR untuk lebih waspada terhadap munculnya pemberitaan negatif yang digenerate langsung oleh konsumen. Dekatilah konsumen. Bicaralah dengan mereka dengan gaya pendekatan yang lebih manusiawi, less korporatif, namun tetap kredible.

Tak ada jurus untuk meredam pemberitaan negatif di internet. Tapi jika tak ada aksi untuk menanggapi hal ini, maka sama saja dengan membiarkan api sedikit demi sedikit membakar rumah Anda.

4 Responses to “Berharap Produk/Layanan Terlihat Sempurna Dengan Mengontrol Pemberitaan?”

  1. iqranegara says:

    salah satu karakter media maya adalah apapun yang kita katakan akan terarsip, selamanya, kalo tidak dihapus. bisa jadi berita buruknya masih nyebar meski masalahnya sudah diselesaikan

  2. faisal ilyas says:

    no body perfect,, kalimat tersebut sering saya,anda dan kita semua mendengar nya, konsumen sekarang sudah lebih smart,, artinya perusahaan tidak bisa lagi menutup-nutup bad acciden.

    bilang aja ke konsumen terus trang ,,kalo siap, siap,, kalo gak , ya gakk,,

    jangan mempromosikan apa yang tidak sanggup tuk di lakukan,, bahaya jangka panjang nya brooo

  3. suamimalas says:

    Saya setuju di era internet, strategi yang paling tepat adalah dengan mencitrakan produk kita sebagai produk yang mudah dijangkau, bersifat terbuka, dan bersedia menerima kritikan untuk dapat cepat merespon kekurangan dan memperbaiki diri.

    Citra produk yang menara gading, atau bersifat flawless karena sudah di riset mendalam oleh orang dalam perusahaan, sepertinya sudah harus mulai ditinggalkan.

  4. M.Ismail says:

    Setuju sekal! Produk/brand seperti halnya manusia. Yang paling penting bagaimana memberi/melakukan yang terbaik buat orang lain, Begitu juga produk/brand, bagaimana memberi kualitas dan layanan terbaik buat konsumen. Tapi jangan ikut-ikut yang biasa kita dengar “namanya juga manusia pasti kan ada kesalahan”. Kalau ini namanya ga profesional.
    http://uniquetvcomm.blogspot.com

Leave a Reply



nukman @nukman
Online Strategist
tweet it
iimfahima @iimfahima
Online Marketing Communication Strategist
tweet it
adhitiasofyan @adhitiasofyan
Creative Director
tweet it
meisia @mei168
Information Architecture Specialist
tweet it
foto andi @primaretha
Social Media Head
tweet it
foto jayadi @jayadi72
Web Content Specialist
tweet it

Komentar Terakhir.

  • Andi Primaretha: - Terima kasih mas Bayoe. Betul untuk Conversation Analysis dan Network...

  • bayoewebid: - Analisis yang menarik mas. mungkin perlu ditambahkan dengan tools yang dipakai....

  • Andi Primaretha: - Bagi teman-teman yang ingin sukses mempromosikan bisnisnya melalui online...

  • aguswibowo: - Mas Andi, bagaimana menurut anda posisi online http://hotelgrasia.b logspot.com tks

  • hadiph: - Tahapan analisis yang menarik bos, selanjutnya posting tools nya donk. tks

  • Hary: - Info yang sangat berguna & bermanfaat, Mas Andi. Many thanks for your sharing....

Kategori


Email Subscription

Enter your email address:

Fan Box Virtual Consulting