Tak dapat dipungkiri, seperti yang saya tulis sebelumnya, blog kini menjadi media alternatif untuk beriklan. Namun demikian, pemasang iklan harus memperhatikan lima berikut ini jika ingin mensponsori sebuah blog. Inilah panduan yang disarikan dari hasil diskusi antara peblog independen Paul Mooney dengan MarketingSherpa, diramu dengan pengalaman saya sendiri.
1. Jangan Percaya Trafik Begitu Saja.
Jangan percaya begitu saja dengan trafik yang disodorkan peblog meski menggunakan tools standar seperti Google Analytics, WebStats, dan sejenisnya. Tools seperti ini memang menjawab pertanyaan dasar: berapa trafik blog dan seberapa besar pengunjung uniknya. Akan tetapi, tools tersebut tetap saja tidak mampu menjawab hal inti, siapa sesunggunya pembaca blog tersebut? Seberapa banyak penggemar setianya? Maklum saja, trafik terbesar blog tetap saja berasal dari search engine serta tautan dari blog lain. Amat sedikit yang berasal dari pengetikan alamat langsung atau dari bookmark.
Tidak jarang, justru topik lawas dan kadangkala bukan topik utamalah yang menyumbang trafik terbesar, kata Moony. Sebagai contoh, di blog ini, justru postingan CyberPR berjudul Cyber PR: Humas pun Bisa Menggoalkan Penjualan yang paling banyak mendapat komentar, terus menerus tiada henti, dari para mahasiswa yang ingin membuat skripsi mengenai CyberPR. Mereka mendapatkan postingan itu dari search engine.
2. Pengaruh RSS Feeds
Pada beberapa pasar, terutama bidang teknologi tinggi, RSS feeds bisa jadi mencerminkan seberapa besar pengaruh dan cakupan sebuah blog. Kadangkala, RSS feeds ini jauh lebih bermakna ketimbang trafik itu sendiri. Sebagai contoh, postingan blog Mooney seringkali muncul di beberapa tempat hebat seperti O’Reilly. Ini hampir sama maknanya, seandainya saja postingan blog virtual juga muncul di media-media seperti SWA atau Bisnis Indonesia.
3. Inbound Hotlinks
Seperti juga media lainnya, selain volume trafik, kualitas trafik juga harus mendapat perhatian utama. Di dunia blog, kualitas biasanya menunjukkan seberapa besar pengaruh blog tersebut. Sebuah blog yang dibaca oleh sekelompok kecil masyarakat biasanya memiliki pengaruh besar bagi pembacanya.
Amat mudah mengukur hal ini. Lacak saja hotlinks sebuah blog, dengan menggunakan Technocrati. Tapi ingat, kuncinya adalah: bukan sekadar seberapa banyak blog lain terhubung ke sebuah blog, tetapi juga seberapa banyak blog keren yang terhubung. Satu hotlink dari blog keren (yang memiliki 50-an lebih incoming hotlinks) lebih berharga ketimbang 50 hotlinks dari blog yang tak punya link ke manapun.
Jangan lupakan juga, hotlinks dari situs social networking. Jika sebuah blog tersambung ke Digg atau Wikipedia misalnya, maka blog tersebut bisa jadi lebih berpengaruh ketimbang yang kita duga.
4. Search Position
Anda dapat meriset posisi search sebuah blog melalui dua cara.
Pertama, apakah blog tersebut memiliki kata kunci yang berhubungan dengan produk atau merek Anda.
Kedua, apakah blogger tersebut memiliki hasil pencarian yang bagus dengan keywords yang berhubungan dengan “brand” nya, misalnya nama pebloggernya, nama blognya, taglinenya, dan sejenisnya.
5. Suara Pembaca
Terakhir, bacalah blog tersebut dengan teliti sebelum memasang iklan. Yakinkan bahwa blog tersebut memang blog yang terpercaya. Dengarkan betul “suara-suara” — yakni komentar yang bermunculan di blog — secara jernih, sehingga Anda dapat merasakan bahwa blog itu tepat dipasangi iklan Anda dan tidak menimbulkan reaksi negatif.
Tautan:
Makasih Tipsnya Pak Nukman.
Di blogosphere, saat ini ada suatu trend yg mulai hot lagi, yakni “Link love”, dimana blogger membuat suatu community yg memiliki kesamaan visi misi, dan selanjutnya saling meng-link satu alamat blog dengan blog lainnya.
Menurut saya, ini bisa dianggap iklan pada blog juga, dalam hal ini alamat blog kita sebagai produk yg diiklankan
Kalo menurut pak Nukman, apakah link love ini cukup efektif untuk mempromosikan blog kita? atau malah bisa berbalik arah, “membahayakan” blog kita? karena ada kemungkinan partner link love kita termasuk yg di ban search engine?
thanks sebelumnya
Ulasannya bagus..Tengkyu
Maw tanya juga donk, kalo saya sebagai pihak publisher sebuah Blog yang ceritanya udah punya banyak pembaca setia dan traffic sangat baik, bagaimana caranya mencari sponsor dari sebuah produk yg relevan dengan konten Blog kita?
Jadi tidak hanya mengandalkan program Contextual Advertising seperti Adsense dan program Affiliate dari luar untuk Monetize blog kita..
Apakah produk2 lokal juga sudah bener2 melirik Blog sebagai media promosi yang tepat?
Tengkyu again pak Nukman
setuju…
biar imbang dilanjut Pak.. bagaimana memilih iklan yang tepat untuk blog anda?
Tanggapan.
1.Bagi pak Nukman mungkin tidak, bagi Saya Analytics/Stat tool adalah tool yg paling penting, dan harus dipercaya. Terutama search term yg datang dari SE popular, dengan search term tsb kita bisa tahu ‘longtail’ keyword yg paling panyak dipakai, dan bagaimana bisa me-reproduce term tsb menjadi tema selanjutnya di blog kita.
2. Sekrang ini RSS nggak mempunya banyak pengaruh apa2, kecuali bener pembaca setia yg mensubcribe postiingan kontent kita, misal via feedburner. jumlah subscriber juga tidak mencerminkan berapa yg benar2 membaca blog tsb
3.Hot link..? ehm blogger yg kreative tentulah membuat postingan yg nggak sekedar merangkum postingan tetangga, ato nge blog dengan topik yg lagi hot isu aja. yg kreative yg berbeda dengan yg lain, membuat postingan yg malah jauh dari isu ygg popular saat itu. Jadi nggak perlu ngasih repot2 linkbait. bukan faktor, pelit… lah nggak ada yg bisa ditautkan, karena mereka ingin jadi blog leader “topic maker”, bukan sekedar blogger “follower”… ekor kali.
4. Blogger reader, yg dicari bukan karena nama pemiliknya, tapi karena kualitas kontennya.
5. yag nomer 5 ini manut lha…
Mas Wawan Pogung,
1. Tulisan di atas ditujukan untuk pemasang iklan. Maka yang pertama harus diperhatikan, jangan percaya “begitu saja”, karena masih ada yang harus digali apa yang tersirat di balik angka-angka statistik, untuk kebutuhan optimalisasi iklan. Sama seperti mas Wawan, hanya saja kalau dari sisi pemilik content, angka2 itu digali untuk membuat tema postingan berikutnya
2. RSS dilihat dari sisi jangkauannya, bukan sekadar RSS-nya. Ibaratnya begini, jika saja RSS blog ini ada di portal SWA.co.id, berarti blog ini menjangkau pembaca SWA.
3. Hotlink yang saya sebut diatas itu sama saja dengan blog reaction yang diterapkan Technocrati. Bukan hotlink yang dimaksud mas Wawan.
4. Kalau nama pemiliknya di “search” dan kemudian tidak terkait dengan blognya, berarti brand namenya kurang kuat. Coba search keyword “Nukman” misalnya, harusnya blog ini ada di halaman satu hasil pencarian
#5
…no4.karena yg seharus nya pastas muncul adalah http://www.nukman.com, karena mirror domain dengan http://www.virtual.co.id/blog…. maka domain yg pertama nggak dianggap oleh Google. Dan jangan harap keduanya bisa muncul bersamaan, karena google nggak suka mirror domain dengan kontent yg sama lage.
Wahhh sangat bermanfaat neh tulisannya. Makasih Pak Nukman saya jadi makin tercerahkan tentang dunia internet marketing
hmmh. informasi yang menarik. Thanx
Saya membuat blog sebagai rasa terimakasih buat para blogger yang telah memberikan ilmu2nya secara gratis. Terus saya coba pasang banner satu produk yg berkaitan dg isi blog saya. Alhamdulillah bisa menghasilkan rupiah dari banner tadi. Jadi ketagihan pingin mendalami Internet Marketing.
Salam
Fuad Muftie
Artikel ini sangat mencerahkan Pak dari segi pengingklan Cuma bagaimana pengeblog memasarkan blognya perlu dijelaskan kapan2 secar terpisah.
TERIMAH KASIH.SUKSES SLALU…
Ni mantab tipnya ….. makasih atas info dan kabarna….sangat menarik sekali buat saya.