February 13, 2006
Oleh Iim Fahima Jachja
Jika biasanya sebuah negara mempromosikan dirinya dengan cara yang sophisticated, menggambarkan keindahan alam atau ramah tamah penduduknya, lain hal nya dengan Israel. Iklan yang dibuat oleh sejumlah orang yang anti isu politik ini sangat jauh dari kesan tersebut. Di iklan ini diperlihatkan dua orang laki laki yang sedang duduk-duduk di pantai sambil menikmati ‘pemandangan indah’ [...]
Oleh Iim Fahima Jachja
Komunikasi gerilya memang punya sejuta jurus untuk menahlukkan pasar. Kali ini dilakukan oleh sebuah perusahaan rekaman di UK yang berniat mempromosikan CD musik terbaru dari seorang penyanyi bernama Frans Ferdinand. Jika cara promosi traditional biasanya menggunakan conferensi pers atau show promosi, kali ini mereka menggunakan stempel di tangan yang biasa digunakan untuk memberi tanda pada [...]
Oleh Iim Fahima Jachja
Setiap kali kita berbicara tentang pencegahan AIDS, selalu diasosikan dengan kondom. Memanfaatkan persepsi ini, pada Hari AIDS Nasional di Argentina dilakukan cara kampanye yang tak biasa, yaitu dengan membungkus tugu nasional dengan bahan sejenis kondom berwarna pink! Tak diketahui apakah hal ini berhasil membuat tingkat kesadaran untuk memakai kondom semakin tinggi, tapi setidaknya cara komunikasi [...]
Oleh Iim Fahima Jachja
Dua kali saya bertemu klien yang dua-duanya memiliki produk yang berkaitan dengan teknologi, dan dua-duanya mengaku produknya gagal di pasaran meski sudah melakukan kegiatan promosi yang cukup. Padahal, jika dilihat dari produknya, dua duanya potensial diminati konsumen.
Oleh Iim Fahima Jachja
Beberapa kali saya menerima telepon promosi (telemarketing) dari sebuah bank bertaraf internasional yang kebetulan saya memang pemakai kartu kreditnya. Beragam yang ditawarkan, dari program cicilan 0% sampai tawaran menaikkan kredit limit. Kebetulan semuanya saya tolak karena yang ditawarkan tidak relevan dengan kebutuhan saya.
December 23, 2005
Oleh Iim Fahima Jachja
Seperti diterjang air bah yang datang tanpa diduga, tiba-tiba saja banyak biro iklan besar “hanyut” di tengah jalan. Satu per satu dalam skala kecil atau pun besar melakukan PHK karyawan. Dimulai dari Grey, disusul McCann Erickson, Fortune Indonesia dan JWT. Bahkan kabarnya, langkah ini akan disusul oleh sejumlah biro iklan lokal.